Ikuti Kami

Wujudkan One Health, Rokhmin Dahuri Komitmen Dukung Penguatan Profesi Dokter Hewan

Prof. Rokhmin memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolektif sivitas akademika dan alumni IPB.

Wujudkan One Health, Rokhmin Dahuri Komitmen Dukung Penguatan Profesi Dokter Hewan
Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. (tengah)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan komitmennya mendukung penguatan profesi dokter hewan melalui penyempurnaan regulasi dan kolaborasi lintas sektor. 

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IKA FKH IPB) bersama Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University di Jakarta yang membahas peningkatan kontribusi dokter hewan dalam pembangunan nasional serta implementasi pendekatan One Health.

Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut, Prof. Rokhmin memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolektif sivitas akademika dan alumni IPB. Ia juga menegaskan komitmen Komisi IV DPR RI untuk terus mendukung kemajuan profesi dokter hewan di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Ketua IKA FKH IPB, drh. Gunadi, menyoroti masih adanya berbagai tantangan regulasi yang dihadapi profesi dokter hewan di Indonesia. Menurutnya, kehadiran regulasi yang komprehensif menjadi kebutuhan mendesak untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus mengakomodasi seluruh bidang pengabdian profesi, termasuk di sektor konservasi satwa liar.

“Penyusunan regulasi kedokteran hewan perlu dilakukan secara matang dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi, organisasi profesi, hingga para senior. Aturan yang kuat akan mampu menjawab kebutuhan dokter hewan Indonesia di masa depan dan melindungi hak-hak mereka di berbagai bidang,” kata drh. Gunadi, Senin (3/8/2026).

Senada dengan hal tersebut, Dekan SKHB IPB, Prof. drh. Amrozi, Ph.D., menyampaikan bahwa mayoritas lulusan baru saat ini berkiprah sebagai praktisi. Karena itu, menurutnya, diperlukan ruang pengembangan karier yang lebih luas agar dokter hewan dapat mengambil peran strategis di lembaga pemerintahan maupun dalam agenda pembangunan nasional.

Prof. Amrozi menegaskan bahwa kontribusi dokter hewan sangat penting dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pengendalian penyakit hewan secara komprehensif, keamanan pangan asal hewan, peningkatan produktivitas peternakan nasional, hingga perlindungan satwa liar beserta habitatnya. Ia juga menjelaskan bahwa transformasi Fakultas Kedokteran Hewan menjadi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB merupakan langkah adaptif untuk menjawab perkembangan teknologi medis dan tuntutan spesialisasi global.

Sementara itu, drh. Deddy F. Kurniawan, M.Vet., menilai dunia kedokteran hewan saat ini berada pada momentum yang sangat baik. Menurutnya, perkembangan teknologi genomik membuka peluang besar bagi dokter hewan untuk berkontribusi dalam peningkatan produktivitas ternak, pengendalian penyakit berbasis teknologi tinggi, konservasi satwa, serta pengembangan sistem kesehatan hewan terpadu.

“Saat ini adalah kesempatan bagi profesi dokter hewan untuk semakin maju. Dan itu hanya bisa dilakukan jika kita semua bergerak bersama dan kompak dengan semangat yang sama,” tegas drh. Deddy.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin juga menilai organisasi profesi ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, serta visi yang kuat. Ia menyebut drh. Deddy F. Kurniawan, M.Vet., yang juga menjabat sebagai Ketua PDHI Jatim II sekaligus pakar genomik, sebagai salah satu figur yang mumpuni untuk memimpin Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Audiensi tersebut diharapkan menjadi fondasi yang semakin memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, alumni, organisasi profesi, dan pemerintah dalam memajukan sektor kesehatan hewan nasional sekaligus mendukung implementasi pendekatan One Health di Indonesia.

Quote