Ikuti Kami

Yuke Yurike Ingatkan Pasokan Air Bersih & Ketahanan Pangan Saat El Nino “Godzilla"

Menurutnya, ancaman ini bukan sekadar isu lingkungan, tapi juga tantangan serius bagi kehidupan warga Jakarta.

Yuke Yurike Ingatkan Pasokan Air Bersih & Ketahanan Pangan Saat El Nino “Godzilla
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengingatkan Pemprov DKI agar tidak lengah akan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal potensi El Nino “Godzilla” pada pertengahan 2026.

Ancaman kemarau panjang mengintai, dampaknya bisa merembet ke mana-mana, dari krisis air bersih sampai ketahanan pangan.

Menurutnya, ancaman ini bukan sekadar isu lingkungan, tapi juga tantangan serius bagi kehidupan warga Jakarta.

Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan

“Di luar permasalahan lingkungan yang ada, kita juga menghadapi ancaman faktor alam, yakni El Nino yang cukup ekstrem. Ini harus diantisipasi bersama, karena tantangan kita bukan hanya fiskal, tetapi juga kondisi alam,” ujar Yuke, Selasa (21/4/2026).

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, dampak El Nino kuat berpotensi memicu kemarau panjang. Jika tak diantisipasi, kondisi ini bisa mengganggu pasokan air bersih dan stok pangan di Ibu Kota.

Karena itu, dia meminta Pemprov DKI menyiapkan langkah strategis sejak dini. Mulai dari menjaga ketersediaan pangan hingga memperkuat kerja sama dengan daerah penyangga untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap aman.

Tidak hanya Pemerintah, Yuke juga mengajak masyarakat ikut bersiap. Warga diminta mulai berhemat air, mengatur konsumsi kebutuhan pokok, serta meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

"Kesiapan masyarakat jadi kunci, karena kita tidak tahu pasti berapa lama fenomena ini berlangsung,” tegasnya.

Di sisi lain, Yuke mendorong langkah mitigasi lingkungan terus digencarkan. Seperti pembuatan biopori, sumur resapan, hingga optimalisasi ruang terbuka hijau. Penanaman pohon juga dinilai penting untuk menjaga cadangan air tanah saat kemarau.

Mengacu pada prediksi BMKG, sebelum puncak El Nino, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Karena itu, koordinasi lintas instansi harus diperkuat.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

"Pemprov sudah menginstruksikan sinergi dengan BMKG. Semua langkah antisipasi harus disiapkan dari sekarang,” katanya.

Dia juga mengingatkan potensi meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau. Untuk itu, kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran perlu ditingkatkan, termasuk opsi modifikasi cuaca jika diperlukan.

“Yang terpenting, semua pihak harus siap. Baik pemerintah maupun masyarakat, supaya dampak kemarau panjang bisa ditekan,” tandasnya.

Quote