Semarang, Gesuri.id — Kehadiran cabang olahraga padel di Kota Semarang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata olahraga (sport tourism). Dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah, ajang kompetisi olahraga terbukti mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menghadiri penutupan (closing ceremony) Turnamen Padel Piala Wali Kota Semarang 2026 di Semarang, Minggu (30/8/2026). Turnamen yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 tersebut sukses menarik minat sebanyak 197 pasangan peserta.
Para peserta yang datang dari berbagai daerah, lengkap bersama keluarga dan pendamping, menciptakan perputaran aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung. Kebutuhan akan akomodasi, tempat makan, dan transportasi menjadi katalis positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
"Semarang ini punya peluang besar. Ketika orang datang untuk berolahraga, mereka juga akan tinggal, makan, menggunakan transportasi, dan mengenal berbagai hal yang ada di Kota Semarang," ujar Agustina.
Pertumbuhan Fasilitas dan Kolaborasi Tanpa APBD
Potensi tersebut semakin terbuka seiring dengan masifnya perkembangan fasilitas olahraga ini. Agustina mencatat bahwa saat ini telah tersedia sekitar 30 lapangan padel di seluruh penjuru Kota Semarang.
Jika kompetisi digelar secara berkelanjutan, akumulasi pergerakan peserta dan wisatawan diproyeksikan mampu memperkuat posisi Semarang sebagai salah satu destinasi utama wisata olahraga. Terlebih lagi, penyelenggaraan turnamen ini menunjukkan model pembiayaan mandiri yang inovatif tanpa membebani keuangan daerah.
Agustina menegaskan bahwa Turnamen Piala Wali Kota Semarang 2026 sama sekali tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Semarang maupun dana pribadi.
"Tidak serupiah pun saya keluar uang. Padahal ini turnamennya piala wali kota. Terus yang kedua, Pemerintah Kota Semarang juga enggak keluar uang," tegasnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Pembiayaan seluruh rangkaian acara murni bersumber dari dukungan sponsor, iuran, serta kontribusi para peserta. Skema ini membuktikan bahwa event olahraga berskala besar dapat terselenggara secara sukses melalui sinergi yang kuat antara komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.
Turnamen yang diinisiasi oleh Pengurus Kota Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Semarang ini mengusung tema "Kota Semarang Home of Padel Indonesia". Kejuaraan tersebut mempertandingkan tujuh kategori, yakni Men’s Silver, Men’s Bronze, Women’s Bronze, Men’s Beginner, Women’s Beginner, Kelompok Umur (KU)-14 Putra, serta KU-14 Putri.
Dengan semakin bertambahnya fasilitas, komunitas, dan frekuensi penyelenggaraan kejuaraan, Agustina berharap padel dapat terus berkembang dan memberikan dampak multiplikatif (multiplier effect) yang luas bagi perekonomian serta pariwisata Kota Semarang ke depannya.

















































































