Ikuti Kami

Aria Bima Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Perkuat Silaturahmi & Kebersamaan Bangun Kota Solo

Bunga melati di Taman Surakarta, harumnya semerbak hingga ke mana-mana.

Aria Bima Ajak Tokoh Agama dan Masyarakat Perkuat Silaturahmi & Kebersamaan Bangun Kota Solo
Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Aria Bima.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Aria Bima, mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat memperkuat silaturahmi serta kebersamaan dalam membangun Kota Solo. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan silaturahmi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama dari berbagai organisasi, komunitas, dan kalangan di Ono Solo, Ngarsopuro.

“Bunga melati di Taman Surakarta, harumnya semerbak hingga ke mana-mana. Kami hadir membuka pintu silaturahmi yang mulia, bersama para tokoh Islam membangun kota tercinta bersama,” ujar Aria Bima, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Teguh Prakosa, pimpinan organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga pimpinan redaksi media massa di Kota Solo.

Dalam sambutannya, Aria Bima menyampaikan terima kasih kepada para tokoh agama dan masyarakat yang selama ini memberikan dukungan kepada PDI Perjuangan dalam perjalanan politik maupun pemerintahan di Kota Solo.

Ia juga secara khusus memberikan apresiasi kepada FX Hadi Rudyatmo atas pengabdiannya memimpin DPC PDI Perjuangan Solo selama 25 tahun serta menjabat sebagai Wali Kota Solo selama dua periode.

Menurut Aria Bima, berbagai capaian yang diraih PDI Perjuangan di Kota Solo tidak terlepas dari dukungan para kiai, ulama, dan tokoh masyarakat yang terus menjaga kebersamaan dan kondusivitas daerah.

“Kepercayaan masyarakat kepada PDI Perjuangan selama ini merupakan amanah yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.

Aria Bima menegaskan dukungan tokoh agama, khususnya dari kalangan umat Islam, memiliki peran penting dalam perjalanan PDI Perjuangan di Solo selama lebih dari dua dekade.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam perjalanan pengabdian PDI Perjuangan di Kota Solo pasti ada hal yang kurang dan tidak sempurna,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama perjalanan pemerintahan maupun aktivitas politik terdapat kebijakan atau langkah yang dinilai kurang berkenan bagi sebagian masyarakat.

“Sekali lagi kami mohon maaf apabila selama perjalanan tersebut ada kebijakan atau sikap yang dirasa kurang berkenan,” kata Aria Bima.

Quote