Ikuti Kami

Dari Yogyakarta untuk Asia, PDI Perjuangan Suarakan Demokrasi Berbasis Pancasila di Forum Internasional

Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan atas peran aktif PDI Perjuangan dalam mengawal dinamika demokrasi di Asia.

Dari Yogyakarta untuk Asia, PDI Perjuangan Suarakan Demokrasi Berbasis Pancasila di Forum Internasional
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Gesuri.id - PDI Perjuangan resmi menjadi tuan rumah gelaran Conference on Democratic Resilience dan 9th CALD Party Management Workshop yang berlangsung di Yogyakarta pada 3–7 September 2026.

​Forum internasional yang diinisiasi Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) ini mempertemukan puluhan pemimpin partai politik, anggota parlemen, akademisi, peneliti, hingga praktisi demokrasi dari berbagai negara di Asia, seperti Filipina, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Singapura. 

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dijadwalkan menyampaikan pidato kunci (keynote speech) dalam konferensi tersebut.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

​Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PDI Perjuangan, H. M. Syaripuddin, menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan atas peran aktif PDI Perjuangan dalam mengawal dinamika demokrasi di Asia.

​"Menjadi tuan rumah CALD bukan sekadar kehormatan bagi PDI Perjuangan, melainkan tanggung jawab untuk ikut merumuskan masa depan demokrasi Asia," ujar Syaripuddin.

​Ia menyoroti bahwa demokrasi saat ini tengah menghadapi tekanan berat akibat maraknya politik transaksional, disinformasi, hingga pelemahan institusi. Menurutnya, partai politik harus hadir sebagai benteng utama dalam menjaga kedaulatan rakyat.

​"Demokrasi tidak cukup hanya ditandai dengan terselenggaranya pemilu. Demokrasi harus menghadirkan keadilan, menjamin kebebasan yang bertanggung jawab, menjaga supremasi hukum, serta memastikan kekuasaan tetap tunduk kepada kepentingan rakyat," tegasnya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​Konferensi internasional ini secara khusus akan membedah tiga agenda utama:

- ​Anatomy of Democratic Backsliding in Southeast Asia (Anatomi Kemunduran Demokrasi di Asia Tenggara).

- ​Holding the Line: Democratic Resilience and Institutional Safeguards in Asia (Menjaga Benteng: Ketahanan Demokrasi dan Pelindung Institusional di Asia)

- ​Fortifying Democracy: From Backsliding to Resilience (Menguatkan Demokrasi: Dari Kemunduran Menuju Ketahanan).

​Syaripuddin menilai pemilihan Yogyakarta memiliki nilai historis dan kultural yang kuat sebagai pusat pendidikan serta perjuangan kebangsaan. Melalui forum ini, Indonesia berkesempatan membagikan pengalaman membangun demokrasi berbasis Pancasila, pluralisme, dan semangat gotong royong kepada dunia internasional.

​"PDI Perjuangan membawa pesan bahwa demokrasi Asia harus tumbuh dari akar sejarah, kebudayaan, dan kepribadian bangsanya sendiri. Dari Yogyakarta, kami mengajak seluruh kekuatan demokratis di Asia untuk membangun solidaritas, melawan politik ketakutan, dan memastikan demokrasi tetap menjadi jalan bagi keadilan rakyat," pungkasnya.

Quote