Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin (Bang Dhin), mengecam keras stagnasi sistem pendidikan yang dinilai belum berpihak pada atlet pelajar.
Ini menyusul kasus belasan siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMAN 2 Banjarmasin yang tidak naik kelas hingga memutuskan pindah sekolah.
Bang Dhin menegaskan, peristiwa ini adalah alarm keras bagi sistem pembinaan atlet di Kalsel. Menurutnya, negara tidak boleh abai terhadap siswa yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
“Prestasi akademik memang wajib dijaga, tetapi negara juga punya tanggung jawab membina atlet pelajar. Jangan sampai siswa yang membawa nama Banua justru menjadi korban sistem yang belum mampu mengakomodasi kebutuhan mereka,” tegas Bang Dhin.
Politisi ini menekankan bahwa kegagalan akademik para atlet muda tidak bisa dipandang secara sempit sebagai masalah internal sekolah belaka. Bagi Bang Dhin, ini menyangkut arah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan masa depan olahraga prestasi Kalimantan Selatan.
Atas dasar itu, Bang Dhin mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel segera melakukan evaluasi total pada program KKO. Ia menuntut adanya penyesuaian konkret, mulai dari:
- Sistem Pembelajaran & Remedial: Pola belajar yang adaptif bagi siswa yang sering meninggalkan kelas demi membela daerah.
- Dispensasi Transparan: Penyesuaian jadwal ujian dan latihan yang jelas saat atlet mengikuti pemusatan latihan atau kejuaraan.
- Kolaborasi Pemangku Kepentingan: Sekolah tidak boleh berjalan sendiri, melainkan wajib berkoordinasi intensif dengan Dispora, KONI, cabor, pelatih, dan orang tua.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Guna memastikan kasus serupa tidak terulang, Bang Dhin mendorong Pemprov Kalsel menerbitkan pedoman komprehensif terkait pengelolaan Kelas Khusus Olahraga. Komisi IV DPRD Kalsel juga dipastikan akan memanggil pihak Disdikbud dan SMAN 2 Banjarmasin untuk meminta penjelasan resmi.
Ia meyakini bahwa pendidikan dan olahraga tidak seharusnya saling mengorbankan satu sama lain.
“Prestasi olahraga dan prestasi akademik bukan dua pilihan yang saling meniadakan. Keduanya harus berjalan beriringan untuk melahirkan generasi Banua yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
















































































