Ikuti Kami

Lesty Putri Utami Ajak Perempuan Lampung Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Kekuatan pangan nasional saat ini harus dimulai dari skala kecil, yakni dari pekarangan rumah, hingga ke lahan pertanian rakyat.

Lesty Putri Utami Ajak Perempuan Lampung Perkuat Ketahanan Pangan Desa
Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Lesty Putri Utami.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Lesty Putri Utami, mendorong perempuan di Lampung untuk menggerakkan aksi nyata, dengan memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan dari desa.

Lesty Putri Utami mengatakan, Hari Kartini harus diisi dengan gerakan nyata, sehingga ia mendorong dengan penguatan ketahanan pangan dari desa, dari rumah tangga, dan dari perempuan-perempuan hebat di desa.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Langkah ini sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan berbasis kerakyatan," kata Lesty Putri Utami (21/4).

Menurutnya, kekuatan pangan nasional saat ini harus dimulai dari skala kecil, yakni dari pekarangan rumah, hingga ke lahan pertanian rakyat.

Dalam praktiknya, para perempuan desa didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami kebutuhan pangan harian. Selain memperkuat ketahanan keluarga, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu rumah tangga.

"Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari hal besar, dari pekarangan rumah, dari tanaman sederhana, dan itu sudah jadi kekuatan. Namun yang paling penting adalah konsisten dan gotong royong," ujar Lesty Putri Utami.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Lesty juga menyoroti peran strategis Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai motor penggerak. Selain produksi, kelompok ini juga menjadi ruang edukasi bagi perempuan desa agar lebih produktif dan mandiri.

Gerakan tersebut, turut menjadi simbol semangat Kartini tentang aksi dan kontribusi, karena perempuan tidak hanya bicara kesetaraan, tapi juga hadir langsung sebagai solusi di tengah tantangan ekonomi dan pangan.

Quote