Ikuti Kami

Madrasah MII Pringlangu Program Takhasus Semakin Diterima Masyarakat

Perjalanan enam tahun MII Pringlangu Program Takhasus menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

Madrasah MII Pringlangu Program Takhasus Semakin Diterima Masyarakat
Wali Kota Pekalongan (kanan) - Foto: Pemkot Pekalongan

Pekalongan, Gesuri.id  – Wali Kota Pekalongan H Afzan Arslan Djunaid memberikan apresiasi terhadap perkembangan MII Pringlangu Program Takhasus yang memasuki usia enam tahun.

Menurutnya, perjalanan enam tahun MII Pringlangu Program Takhasus menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. 

Hal itu tidak hanya terlihat dari jumlah peserta didik yang terus mendapatkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga dari semakin lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki. Saat ini, ruang kelas di MII Pringlangu Program Takhasus telah dilengkapi dengan pendingin ruangan atau AC, layar pembelajaran, aula, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Afzan menilai, kelengkapan fasilitas pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi peserta didik. 

Lingkungan pendidikan yang nyaman diharapkan dapat mendukung guru dalam memberikan pembelajaran sekaligus membantu siswa mengembangkan potensi yang dimilikinya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Katijoyo, para guru, orang tua, masyarakat, dan seluruh pihak yang telah bersama-sama mendukung perkembangan MII Pringlangu Program Takhasus. Enam tahun bukan waktu yang singkat. Tentunya sudah banyak proses, perjuangan, dan kerja keras yang dilakukan,” ujar Afzan, Senin (28/9/2026).

Ia menyebut, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap MII Pringlangu Program Takhasus menjadi salah satu indikator bahwa keberadaan madrasah tersebut semakin diterima oleh masyarakat.

Terlebih, saat ini tercatat sekitar 700 siswa menempuh pendidikan di MII Pringlangu. 

Jumlah tersebut sekaligus menunjukkan besarnya kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan tersebut. 

“Ketika masyarakat semakin percaya dan banyak orang tua memilih menyekolahkan putra-putrinya di sini, tentu ini menjadi amanah sekaligus tanggung jawab yang besar. Kepercayaan tersebut harus dijaga dengan terus meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.

Afzan juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan para dermawan dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana MII Pringlangu Program Takhasus.

Menurutnya, pembangunan dunia pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, yayasan, masyarakat, orang tua, serta dunia usaha dan para dermawan.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tentu memiliki keterbatasan, sehingga dukungan masyarakat, yayasan, orang tua, dan para dermawan sangat penting untuk bersama-sama memajukan pendidikan,” jelasnya.

Quote