Tangerang, Gesuri.id – Anggota DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum nyata bagi penguatan peran perempuan di sektor publik.
Menurutnya, semangat perjuangan Kartini di Banten tidak boleh sekadar menjadi agenda simbolik tahunan, melainkan harus diimplementasikan melalui kebijakan yang konkret.
“Peringatan Kartini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi harus menjadi dorongan untuk memastikan akses pendidikan yang merata, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Yeremia, Rabu (22/4).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Menyambut momen bersejarah ini, DPRD Banten bersinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar rangkaian kegiatan di Kota Tangerang. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan literasi melalui program Banten Gemar Membaca.
Bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, kegiatan literasi ini menyasar warga di RW 02 Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang. Kehadiran Kepala Dinas terkait dalam agenda tersebut menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah terhadap peningkatan minat baca, khususnya bagi perempuan dan anak-anak sebagai pilar masa depan.
Tak berhenti di sisi intelektual, penguatan ekonomi keluarga juga menjadi sorotan. Bersama DP3AKKB Provinsi Banten, digelar pelatihan tata boga di beberapa titik strategis, yakni:
- RW 03 Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang.
- RW 01 Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh.
Yeremia menekankan bahwa tantangan perempuan saat ini telah bergeser ke ranah strategis. Jika dahulu Kartini berjuang untuk hak dasar pendidikan, kini saatnya perempuan Banten memperkuat eksistensi di sektor politik, ekonomi, hingga kepemimpinan daerah.
“Banten memiliki potensi besar, dan perempuan harus menjadi bagian penting dari motor penggerak pembangunan tersebut,” tegasnya.
Namun, ia juga memberikan catatan penting mengenai isu keamanan. Di tengah masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan,

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Yeremia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ruang publik yang inklusif.
“Kita berharap Hari Kartini menjadi momentum untuk menekan angka kekerasan, melenyapkan ketakutan, melawan ketidakadilan, serta mewujudkan Banten yang ramah dan aman bagi perempuan,” pungkas Yeremia.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat, DPRD Banten optimistis akan lahir lebih banyak "Kartini Modern" yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing demi kemajuan bangsa.

















































































