Wonogiri, Gesuri.id - Bupati Wonogiri yang juga politisi PDI Perjuangan Setyo Sukarno menyatakan Ramadan merupakan momentum peningkatan keimanan.
Itu dikatakannya saat menghadiri apel siaga Keamanan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Polres Wonogiri, Rabu (25/2/26).
Apel dilaksanakan di halaman Pendapa Kabupaten Wonogiri dengan pimpinan apel Bupati Wonogiri Setyo Sukarno dihadiri Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo bersama unsur Forkopimda, jajaran TNI dari Kodim 0728/Wonogiri, dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, aparat dari Pemda, dinas dan isntasi serta stakeholder terkait lainnya.
"Ramadan sekaligus menjadi periode meningkatnya aktivitas masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan Kamtibmas," ujar Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Gangguan Kamtibmas itu dapat berwujud balapan liar yang dapat membahayakan para pengguna jalan, main petasan, perang sarung, kejahatan jalanan. Juga beragam tindak pencurian, seperti pencurian biasa, pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), termasuk pencurian dengan sasaran rumah kosong.
Perang Sarung, adalah salah satu fenomena yang sering terjadi pada bulan Ramadhan di berbagai kota Indonesia. Secara historis, perang sarung atau tarung sarung berasal dari Kebudayaan Suku Bugis di Sulawesi Selatan.
Hukuman
Tarung dalam sarung, adalah sebuah duel yang melibatkan dua orang pria yang saling bertarung menggunakan badik di dalam sebuah sarung. Tradisi ini dalam Bahasa Bugis, sering disebut juga sebagai sigajang laleng lipa atau sitobo lalang lipa.
Ancaman hukuman para pelaku tawuran perang sarung, kepadanya dapat di jerat dengan Undang-Undang (UU) Republik Indonedsia (RI) Nomor: 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomer: 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana di maksud dalam Pasal 76 c Pasal 80 ayat 1 dan 2, dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 Tahun.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas AKP Anom Prabowo, mengatakan, apel siaga ini merupakan bentuk kesiapan dan komitmen Polres Wonogiri, dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, utamanya selama Bulan Ramadan.

















































































