Ikuti Kami

Totok Hedi Dorong Pegiat Literasi Sleman Perkuat Kemampuan Menulis dan Publikasi

Bahasa bukan sekadar mewakili realitas yang ada, melainkan mampu membentuk dan mewakili masa depan dari gerakan itu sendiri.

Totok Hedi Dorong Pegiat Literasi Sleman Perkuat Kemampuan Menulis dan Publikasi
Anggota Komisi VI DPR RI, Totok Hedi Santosa, mendorong para pegiat literasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Totok Hedi Santosa, mendorong para pegiat literasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperkuat kemampuan menulis dan mengemas berita untuk memperluas dampak gerakan literasi masyarakat.

"Bahasa bukan sekadar mewakili realitas yang ada, melainkan mampu membentuk dan mewakili masa depan dari gerakan itu sendiri," kata Totok dikutip Kamis (17/9/2026).

Hal tersebut disampaikan Totok dalam Workshop Penulisan Press Release yang diselenggarakan Sanggar Bocah Jetis di Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman.

Menurut Totok, kemampuan menulis tidak sekadar berfungsi untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan yang dilakukan komunitas, tetapi juga menjadi sarana penting untuk membangun narasi, gagasan, dan arah perkembangan gerakan sosial.

Ia mengapresiasi pelaksanaan workshop yang diikuti 35 pegiat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) se-Kabupaten Sleman tersebut.

Pelatihan itu menjadi penutup rangkaian kegiatan komunitas literasi yang difasilitasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam workshop yang menghadirkan praktisi media Sigit Widya sebagai narasumber, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan siaran pers, struktur kalimat, penggunaan kata kunci, hingga strategi menyesuaikan tulisan dengan karakter media digital.

Para peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung penyusunan draf berita berdasarkan materi yang telah diberikan.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sleman Gustan Ganda mengapresiasi inisiatif Sanggar Bocah Jetis dalam meningkatkan kapasitas jurnalistik para pegiat TBM.

Menurut Gustan, keterampilan jurnalistik tersebut sejalan dengan upayanya mendorong terbentuknya ekosistem komunikasi publik berbasis komunitas di Kabupaten Sleman.

"Saya menginisiasi gagasan agar Kabupaten Sleman memiliki sumber daya jurnalistik di 86 kalurahan yang mampu mengemas berita dan mengangkat berbagai potensi serta aktivitas positif masyarakat," ujar Gustan.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat mencetak lebih banyak pegiat literasi yang memiliki kemampuan menyebarkan informasi secara menarik, informatif, dan bermakna.

Dengan kemampuan tersebut, gerakan literasi di Kabupaten Sleman diharapkan memiliki daya jangkau yang semakin luas sekaligus mampu memperkenalkan berbagai aktivitas positif masyarakat di masing-masing wilayah.

Totok dan Gustan sama-sama menilai penguatan kemampuan komunikasi dan publikasi menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai gerakan sosial berbasis masyarakat tidak hanya berjalan di tingkat komunitas, tetapi juga dapat diketahui dan memberikan inspirasi bagi masyarakat yang lebih luas.

Quote