Ikuti Kami

Usung Spirit Perjuangan Ibu Fatmawati, Desainer PDI Perjuangan Jogja Sarah Azzahra Tembus Top 3 & Akan Tampil Ditingkat Nasional

"Sumbu Kartika" DPC PDI Perjuangan Kota Jogja Tembus 3 Besar Region 7 DIY Jateng & Berhak Tampil Diajang Fatmawati Thropy Tingkat Nasional.

Usung Spirit Perjuangan Ibu Fatmawati, Desainer PDI Perjuangan Jogja Sarah Azzahra Tembus Top 3 & Akan Tampil Ditingkat Nasional

Yogyakarta, Gesuri.id — DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membuka ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menembus ekosistem industri kreatif nasional. 

Hal ini dibuktikan melalui keberhasilan desainer muda asal Kota Yogyakarta, Sarah Azzahra, yang sukses menembus babak final tingkat nasional kompetisi desain busana bergengsi Fatmawati Trophy.

​Membawakan busana berkonsep "Sumbu Kartika", Sarah yang mewakili DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta berhasil meraih posisi tiga besar pada Kurasi Region 7 di Semarang. 

Bersama kontingen dari Kabupaten Sleman dan Wonosobo, Sarah resmi mengantongi tiket untuk berlaga di puncak kompetisi nasional yang bakal digelar di Bali pada Oktober mendatang.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyebut, capaian ini menunjukkan bahwa anak muda mampu berada di garda terdepan jika diberikan kesempatan yang tepat.

"Ini sebuah soft campaign dan inspirasi yang luar biasa di luar ekspektasi saya. Mereka, yang rata-rata usianya masih di bawah 25 tahun, menunjukkan bahwa yang muda bisa berada di depan dan menghasilkan sebuah karya berkualitas," tegasnya, di sela diskusi "Anak Muda dan Dunia Digital", Sabtu (15/8/26).

​Lebih lanjut, Ketua Komisi A DPRD DIY ini menekankan bahwa ajang Fatmawati Trophy bukan sekadar kompetisi peragaan busana atau kebaya tradisi semata.

Melainkan, wadah untuk meresapi nilai sejarah dan spirit perjuangan Ibu Negara Fatmawati Soekarno saat menjahit Bendera Pusaka Merah Putih.

"Saya selalu berpesan kepada teman-teman muda, hikmati bagaimana Ibu Fatmawati menjahit Merah Putih. Setiap langkah di panggung harus membawa spirit Ibu Fatmawati, Bung Karno, dan Bung Hatta dalam memerdekakan Republik ini," tuturnya.

​Eko berharap keberhasilan di sektor fesyen ini dapat didorong lebih jauh menjadi ekosistem industri kreatif yang terintegrasi di Kota Yogyakarta, mulai dari tata busana, perias pengantin, hingga event organizer. 

Sebagai bentuk dukungan konkret mematangkan persiapan menuju Bali, pihaknya berencana menggelar peragaan busana ruang terbuka di kawasan bersejarah di Kota Yogyakarta.

"Sebelum berangkat ke Bali bulan Oktober, kita ingin buat pameran atau eksibisi outdoor di tempat bersejarah di Yogya. Ini jadi wadah latihan sekaligus berekspresi bagi anak-anak muda kita," cetusnya.

Adapun rancangan "Sumbu Kartika" karya Sarah Azzahra memadukan tiga elemen filosofi yang sarat kearifan lokal, meliputi Akar, Nyala, dan Cahaya 

Kemudian, konsep tersebut, dipadukan secara khusus dengan motif Batik Nitik, sebuah warisan budaya sejak abad ke-18, sekaligus indikasi geografis khas DI Yogyakarta.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Persiapannya cukup singkat, sekitar satu bulan. Motif saya buat seperti pantulan cahaya, merepresentasikan sosok Ibu Fatmawati. Dipadukan dengan Batik Nitik, menggunakan teknik titik-titik khas Yogya," ujarnya.

​Karya tersebut diperagakan oleh deretan model belia, salah satunya Desvi Erinda, yang mengaku bangga dapat membawakan pesan perjuangan tersebut di atas panggung.

Melalui sinergi antara potensi anak muda, kearifan budaya lokal, dan komitmen pendampingan berkelanjutan, Kota Yogyakarta optimistis mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat nasional sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif daerah.

"Semoga di waktu yang ada menjelang Oktober nanti, Mbak Sarah bisa merevisi dan menyempurnakan detail desainnya agar kita bisa memberikan hasil terbaik dan menang di tingkat nasional," ungkap Desvi. 

Quote