Ikuti Kami

Vihara Cin Bu Kiong Berusia 143 Tahun Simbol Harmoni Keberagaman Bengkalis

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-143.

Vihara Cin Bu Kiong Berusia 143 Tahun Simbol Harmoni Keberagaman Bengkalis
Bupati Bengkalis menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk menjaga harmoni keberagaman sekaligus memastikan pembangunan di wilayah pesisir tersebut tetap berjalan - Foto: Pemkab Bengkalis

Bengkalis, Gesuri.id - Bupati Bengkalis yang juga politisi PDI Perjuangan Kasmarni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk menjaga harmoni keberagaman sekaligus memastikan pembangunan di wilayah pesisir tersebut tetap berjalan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-143. Semoga Vihara Cin Bu Kiong terus menjadi perekat kebersamaan dan simbol harmonisasi keberagaman di Daerah ini,” ujarnya, Senin (02/03), di tengah perayaan yang dirangkai dengan Cap Go Meh Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.

Usia 143 tahun bukan sekadar angka bagi Vihara Cin Bu Kiong di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara. Perayaan tersebut digelar di Aula Vihara Cin Bu Kiong. Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Kasmarni menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang vihara yang telah berdiri lebih dari satu abad. Menurutnya, eksistensi vihara tidak hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, spiritual, dan sosial masyarakat.

Kasmarni juga menyampaikan ucapan selamat merayakan Cap Go Meh kepada umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Kasmarni berharap momentum tersebut menjadi penguat nilai toleransi, gotong royong, serta persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Bupati Kasmarni menilai, selama lebih dari satu abad, vihara tersebut telah berperan dalam menjaga nilai kebajikan dan keharmonisan antarumat beragama. Hal itu sejalan dengan semangat kebhinekaan yang menjadi fondasi pembangunan di Kabupaten Bengkalis.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual masyarakat. Karena itu, Pemerintah Daerah berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan dan sosial seluruh umat beragama tanpa terkecuali.

Dalam kesempatan tersebut, Kasmarni juga menegaskan bahwa Kecamatan Rupat Utara tetap menjadi salah satu prioritas pembangunan Daerah, termasuk Desa Titi Akar. Ia mengakui adanya harapan masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, dan kesejahteraan ekonomi.

Namun demikian, ia meminta pengertian masyarakat karena saat ini Pemerintah tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran sebagai bagian dari penyesuaian kondisi keuangan Daerah serta kebijakan Nasional.

“Efisiensi bukan berarti berhenti membangun. Pembangunan tetap berjalan secara bertahap, terencana, dan berkeadilan sesuai kemampuan keuangan Daerah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Kasmarni mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan nilai cinta kasih, kebajikan, dan gotong royong sebagai landasan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ia juga mengapresiasi kontribusi pengurus vihara serta masyarakat Tionghoa yang selama ini turut menjaga persatuan dan kedamaian di Negeri Junjungan.

Quote