Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo Aria Bima turun langsung memimpin Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Jumat (7/8/2026) malam. Selain menjadi agenda konsolidasi organisasi, Musran tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat hingga tingkat rukun warga (RW).
"Ya karena Mojosongo ini paling besar, anak ranting yang paling besar. Makanya di sini format rantingnya mengambil yang 15, terbesar," tutur legislator Senayan lima periode itu.
Musran yang digelar di Kantor PAC PDI Perjuangan Kecamatan Jebres tersebut berlangsung lancar dan tertib. Aria Bima memilih Mojosongo sebagai salah satu lokasi Musran yang didatangi karena wilayah tersebut memiliki jumlah penduduk serta anak ranting yang besar.
Aria Bima menjelaskan, Musran merupakan agenda rutin lima tahunan untuk memilih jajaran pengurus partai di tingkat kelurahan. Khusus Mojosongo, jumlah pengurus ranting dimaksimalkan karena wilayah tersebut memiliki 40 RW.
"Untuk khusus Mojosongo karena jumlah rantingnya cukup besar, anak rantingnya, ada 40 RW, maka formatnya mengambil batas atas 15 pengurus. Kalau batas bawahnya sembilan," ujar dia.
Menurut Aria Bima, pengurus ranting tidak hanya bertugas menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi artikulator atau penyambung aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing.
Untuk memperkuat fungsi tersebut, PDI Perjuangan Solo telah membagikan formulir Jaring Asmara atau Jaring Aspirasi Masyarakat Surakarta kepada para utusan RW maupun anak ranting. Aspirasi tersebut nantinya menjadi salah satu bahan untuk memetakan kebutuhan masyarakat.
"Sebelumnya kita sudah mengirim form Jaring Asmara kepada utusan-utusan RW atau anak ranting yang rekomendasinya selain format kepengurusan Ranting, ada rekomendasi Jaring Asmara," urai dia.
Aria Bima menegaskan, pengurus ranting diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan pemerintah. Aspirasi yang dihimpun dari tingkat paling bawah dinilai penting untuk melihat berbagai kebutuhan warga Solo ke depan.
Ia mencontohkan pengembangan UMKM yang tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah kota. Menurutnya, peran pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan juga diperlukan agar pelaku usaha lokal memiliki ruang untuk berkembang.
Musran PDI Perjuangan Kelurahan Mojosongo menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi partai yang ditargetkan tuntas hingga tingkat anak ranting pada 2026. Aria Bima menyebut seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai mandat Kongres VI PDI Perjuangan.
"Saya bersyukur hari ini kita menunaikan rangkaian dari agenda partai dari Kongres VI PDI Perjuangan, yang mana memandatkan segera melaksanakan konsolidasi tuntas sampai anak ranting pada tahun 2026," aku dia.
Dalam proses konsolidasi tersebut, Aria Bima menyadari dinamika internal partai merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Pergantian kepengurusan maupun perbedaan pandangan disebutnya sebagai bagian dari proses demokrasi di dalam partai.
"Dinamika itu pasti, pergantian pengurus pasti. Kalau ada gesekan ya namanya juga partai demokrasi, ada ketidakcocokan ya juga namanya demokrasi. Tapi harus tetap mengedepankan kepentingan yang lebih besar," tegas dia.

















































































