Ikuti Kami

Basarah Minta Kader Banteng Pegang Teguh Pancasila!

Basarah menjelaskan bahwa keberagaman dan toleransi adalah warisan luhur Bangsa Indonesia.

Basarah Minta Kader Banteng Pegang Teguh Pancasila!
Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

Batu, Gesuri.id  - Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjelaskan bahwa keberagaman dan toleransi adalah warisan luhur Bangsa Indonesia.

Sebagai sebuah kekuatan yang mampu membawa Bangsa Indonesia menuju pintu gerbang keemasan. 

"Indonesia adalah bangsa yang sangat moderat, beragam dan menghargai perbedaan. Ketika menjadi seorang kader PDI Perjuangan maka wajib hukumnya kita menjadi seorang nasionalis untuk menjaga moderasi, keberagaman, dan perbedaan," ujar Ahmad Basarah, ketika menjadi narasumber dalam Pendidikan Kader Madya, Minggu (4/12).

Baca: Berikut 10 Fakta Menarik Pancasila

Bertempat di Wisma Perjuangan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Basarah menekankan untuk memahami Pancasila secara utuh, seorang kader banteng harus mempelajarinya secara langsung dari penggalinya, yaitu Bung Karno. 

Sebelum era reformasi, pemikiran dan ajaran Bung Karno menjadi suatu hal yang tabu untuk diajarkan bahkan menjadi bahan perbincangan ditengah khalayak umum.

Karena Orde Baru melakukan upaya de-soekarnoisasi secara massif.

Bahkan, Bung Karno dituduh melakukan mendukung gerakan G30S/PKI pada tahun 1965, yang dinyatakan tertulis dalam TAP MPRS Nomor 33/1967. Sebuah ketapan yang didasarkan kepada sebuah tuduhan yang tidak dapat dibuktikan hingga saat ini.

"Praktik de-soekarnoisasi yang telah dilakukan oleh Orde Baru berusaha untuk menghilangkan atau menghapus memori kolektif Bangsa Indonesia terhadap jasa-jasa Bung Karno sebagai Bapak Bangsa," jelasnya.

"Setelah Bung Karno wafat, Orde Baru melakukan praktek de-soekarnoisasi termasuk melakukan distorsi dan manipulasi tentang sejarah pembentukan Pancasila," lanjut Doktor Lulusan Universitas Diponegoro tersebut.

Baca: Pancasila Perekat NKRI, Tanpanya Tidak Ada Indonesia Raya

Upaya de-soekarnoisasi, sebut Basarah, adalah rangkaian dari upaya kekuatan asing untuk mengaburkan sejarah Bangsa Indonesia. Untuk memutuskan benang merah sejarah terkait Pancasila yang berujung dengan pemutusan akar aejarah dengan para leluhur Bangsa Indonesia.

"Jalan satu-satunya adalah menjaga negara Pancasila agar utuh. Pegang teguh Pancasila ini sebagai dasar berbangsa dan bernegara, yang telah terbukti menjaga keberagaman dan persatuan Bangsa Indonesia," tegas Ahmad Basarah.

Bahwa Bangsa Indonesia sudah ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk hidup dalam keberagaman dan kemajemukan. "Maka mari kita terima kemajemukan dan keberagaman ini, demi kejayaan dan keemasan Bangsa Indonesia," tutur Dosen Pascasarjana Universitas Islam Malang ini.

Quote