Ikuti Kami

Gaet Gen Z dan Milenial, PDI Perjuangan Jatim Modernisasi Sekolah Partai Berbasis AI

Pengurus partai mengundang sejumlah kader untuk mengevaluasi kesiapan materi sekaligus mengidentifikasi bagian yang perlu disempurnakan.

Gaet Gen Z dan Milenial, PDI Perjuangan Jatim Modernisasi Sekolah Partai Berbasis AI
​Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Jatim, Yordan M. Batara Goa.

Surabaya, Gesuri.id  — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mulai menguji coba materi pembekalan Sekolah Partai berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan aplikasi digital. Langkah inovatif ini diambil untuk membumikan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda lewat metode pembelajaran yang adaptif dan modern.

​Uji coba (tryout) tersebut digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, Sabtu (3/10/2026). 

Pengurus partai mengundang sejumlah kader untuk mengevaluasi kesiapan materi sekaligus mengidentifikasi bagian yang perlu disempurnakan.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Dari hasil evaluasi, materi konvensional yang ada sebelumnya dinilai terlalu panjang. Oleh karena itu, partai melakukan pemotongan dan penyesuaian materi agar proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.

​Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Jatim, Yordan M. Batara Goa, menegaskan bahwa partainya berkomitmen memanfaatkan perkembangan teknologi untuk merangkul pola pikir anak muda.

​“Pada dasarnya kami tidak ingin ketinggalan dalam memanfaatkan teknologi AI dan harus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Yordan.

​Kendati menyuntikkan sentuhan teknologi mutakhir, Yordan menekankan bahwa fokus utama Sekolah Partai tetap pada penguatan ideologi Pancasila sebagai fondasi dasar partai. PDI Perjuangan berupaya menyebarluaskan ajaran Pancasila—khususnya gagasan Bung Karno dalam Pidato 1 Juni 1945—melalui saluran nonkonvensional agar makin diminati generasi milenial dan Gen Z.

​“Penyampaian materi sejarah dan paham kebangsaan memerlukan pendekatan yang relevan. Kami memiliki tanggung jawab moral dan ideologis untuk menyebarluaskan Pancasila dengan cara yang lebih menarik bagi anak-anak muda,” tambahnya.

Program pelatihan berbasis AI ini ditargetkan beroperasi penuh mulai bulan ini, dengan sasaran utama kader muda dan anggota yang baru bergabung. Prioritas ini diambil untuk membangun pemahaman politik yang kuat sekaligus menekan sikap apolitis di kalangan pemuda.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Dari aspek teknis, durasi pembekalan yang semula dijadwalkan satu hari diubah menjadi minimal dua hari di lokasi yang lebih representatif. Penyesuaian ini dirancang demi mengoptimalkan penyerapan materi, mempererat interaksi dengan narasumber, serta memantapkan kegiatan pembentukan tim (team building).

​Melalui penyempurnaan sistem pendidikan politik digital ini, PDI Perjuangan Jatim berharap dapat melahirkan kader muda yang tidak hanya aktif dalam struktur organisasi, tetapi juga konsisten membumikan nilai Pancasila di tengah masyarakat.

​“Kami berharap Pancasila bisa makin digemari dan sosok Bung Karno makin dikenal luas oleh anak-anak muda,” pungkas Yordan.

Quote