Ikuti Kami

Gandeng Gen Z, Armuji Minta Kader Muda PDI Perjuangan Surabaya Aktif Bantu Warga & Manfaatkan Medsos

​Satya Adi Wicaksana, salah satu kader muda, mengusulkan agar DPC PDI Perjuangan Surabaya memfasilitasi pertemuan rutin.

Gandeng Gen Z, Armuji Minta Kader Muda PDI Perjuangan Surabaya Aktif Bantu Warga & Manfaatkan Medsos
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji).

Jakarta, Gesuri.id – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji (Cak Ji), mendorong generasi Z (Gen Z) di lingkungan partainya untuk lebih berani menyuarakan persoalan masyarakat serta menghadirkan solusi nyata. Anak muda diminta tidak sekadar aktif berorganisasi, tetapi juga memanfaatkan kreativitas dan teknologi untuk membantu warga.

​Hal tersebut mengemuka dalam forum dialog bersama kader muda PDI Perjuangan Surabaya. Dalam kesempatan itu, sejumlah usulan kreatif bermunculan dari para kader Gen Z.

​Satya Adi Wicaksana, salah satu kader muda, mengusulkan agar DPC PDI Perjuangan Surabaya memfasilitasi pertemuan rutin untuk mempererat hubungan antarkader. Ia juga menyarankan kegiatan lintas alam atau mendaki gunung di Batu sebagai ruang komunikasi yang lebih santai di luar forum formal.

​Usulan tersebut disambut positif oleh Cak Ji. Menurutnya, kegiatan kebersamaan seperti itu penting untuk membangun kedekatan dan memperkuat soliditas kader dari berbagai wilayah.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Sementara itu, kader lainnya, Airlangga, mengusulkan gelaran kompetisi kreatif hingga pertunjukan stand-up comedy untuk menarik minat anak muda agar lebih dekat dengan organisasi.

​Gagasan ini didukung penuh oleh Cak Ji. Ia menegaskan pentingnya pendekatan kaderisasi yang memberikan keleluasaan bagi Gen Z untuk merancang kegiatannya sendiri.

​“Bukan saya yang mendikte kalian. Kalian sendiri yang merumuskan output-nya,” tegas Cak Ji.

​Tak hanya fokus pada internal partai, keterlibatan Gen Z juga disorot oleh Andika. Ia menekankan bahwa peran anak muda harus diwujudkan melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

​Andika menyoroti pentingnya pengawalan isu infrastruktur seperti pembangunan box culvert, hingga gagasan pengembangan ekonomi kreatif melalui kegiatan susur Sungai Surabaya. Ia mendorong adanya komunikasi sinergis antara kader muda, anggota dewan, dan pemerintah kota agar aspirasi warga dapat terkawal dengan baik.

​“Gen Z harus menjadi agen perubahan. Bagaimana Gen Z bisa membangun negeri dengan membantu masyarakat kecil melalui pengabdian nyata. Gunakan privilege ini untuk membantu orang-orang yang membutuhkan,” ujar Andika.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Cak Ji meminta kader muda memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bijak untuk menyuarakan persoalan di sekitar mereka. Ia menegaskan, anak muda tidak perlu menunggu kesempatan bertemu pejabat atau anggota dewan untuk mulai bertindak.

​“Makanya, kon nyekel HP ojo cuma nyengir tok. Gunakno HP-mu iku gawe bantu sithik! (Makanya, kamu pegang ponsel jangan cuma tersenyum saja. Gunakan ponselmu itu untuk bantu sedikit!),” cetus Cak Ji dengan gaya khasnya.

​Cak Ji mendorong anak muda untuk mendokumentasikan persoalan warga, menyampaikan kritik konstruktif, dan mengunggahnya ke media sosial agar segera mendapat perhatian pihak terkait. Namun, ia mengingatkan bahwa keberanian mengkritik harus selalu disertai dengan gagasan dan solusi nyata.

​Di akhir forum, Cak Ji mengingatkan agar seluruh ide yang telah dibahas tidak berhenti sebatas wacana, melainkan ditindaklanjuti menjadi program nyata. Melalui ruang kreativitas, keberanian bersuara, dan pengabdian sosial, Gen Z PDI Perjuangan Surabaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Quote