Bogor, Gesuri.id – Istana Batu Tulis, Bogor, menjadi saksi kehangatan perayaan ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri, pada Jumat (23/1/2026).
Meskipun hujan deras mengguyur wilayah Bogor sejak pagi hingga acara dimulai, suasana di dalam area pertemuan yang dipayungi tenda-tenda putih tersebut tetap terasa khidmat dan penuh kegembiraan.
Perayaan kali ini menjadi momen berkumpulnya keluarga besar Bung Karno. Megawati didampingi oleh putra-putrinya: Mohamad Rizki Pratama, Muhammad Prananda Prabowo beserta istri Nancy Prananda, serta Puan Maharani yang hadir bersama sang suami, Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro).
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Kehadiran cucu Megawati, Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani, yang juga anggota DPR RI, menambah suasana kekeluargaan yang erat. Selain itu, hadir pula kakak sulung Megawati, Mohammad Guntur Soekarnoputra, bersama putrinya Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari yang akrab disapa Puti Guntur Soekarno, serta kerabat lainnya seperti Romy Soekarno.
Soliditas PDI Perjuangan tampak nyata dengan hadirnya jajaran elite partai. Megawati duduk di meja utama bersama Sekjen Hasto Kristiyanto. Seluruh fungsionaris DPP PDIP terlihat hadir memenuhi undangan, di antaranya Bendahara Umum Olly Dondokambey, Wakil Bendahara Umum Rudianto Tjen dan Yuke Yurike, serta para Ketua DPP seperti Ahmad Basarah, Eriko Sotarduga, Charles Honoris, dan I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Bintang Puspayoga).
Nama-nama lain seperti Djarot Saiful Hidayat, Andreas Hugo Pareira, Wiryanti Sukamdani, Deddy Yevri Sitorus, hingga Ketua Bidang Hukum Ronny Talapessy turut berbaur. Tak ketinggalan, Ganjar Pranowo juga hadir di tengah-tengah para fungsionaris partai. Di antara tamu undangan, tampak pula sahabat pers senior Megawati, seperti Widiarsi Agustina dan Kristin Samah, yang sempat berbincang akrab di meja Ibu Ketua Umum.
Suasana semakin syahdu saat alunan musik band membawakan lagu-lagu kesayangan Megawati.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Megawati sebagai simbol rasa syukur. Hidangan yang disajikan pun kental dengan nuansa kerakyatan, mulai dari nasi soto, lauk-pauk Nusantara, hingga aneka rebusan yang menjadi kegemaran beliau.
Potongan tumpeng tersebut diberikan oleh Megawati kepada kakak terkasihnya, Guntur Soekarno.
Usai menerima tumpeng, Guntur mengajak Megawati untuk bernyanyi.
"Dis..Adis," begitu kata Guntur memanggil Megawati, sapaan sayangnya untuk sang adik.
"Ayo kita menyanyi," kata Guntur kagi.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Megawati lalu langsung bernyanyi dan menyumbangkan suaranya. Ia membawakan lagu "Cinta Hampa" dan lagu legendaris Frank Sinatra, "My Way". Aksi bernyanyi Megawati ini segera diikuti oleh para hadirin yang ikut bersenandung bersama, menciptakan harmoni di tengah suara rintik hujan.
Guntur Soekarno juga sempat mengajak Megawati untuk menari bersama. Sontak aksi keduanya mengundang para tamu lainnya untuk ikut menggerakkan badan mengikuti irama lagu-lagu yang dinyanyikan.
Namun, di tengah sukacita, Megawati tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap situasi alam. Mengingat status Bendungan Katulampa yang terus naik dan laporan banjir di beberapa titik Jakarta seperti Kelapa Gading, Megawati memberikan instruksi khusus kepada kadernya yang menjabat eksekutif.
Perayaan ini pun ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan bagi bangsa Indonesia di tengah cuaca ekstrem, sejalan dengan komitmen partai untuk terus "Merawat Pertiwi".

















































































