Ikuti Kami

Hasto di Hadapan Kader Muda PDI Perjuangan: Bung Karno dan Megawati Teladan Pemimpin Visioner yang Membumi

Hasto Kristiyanto Paparkan Keteguhan dan Nyali Besar Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.

Hasto di Hadapan Kader Muda PDI Perjuangan: Bung Karno dan Megawati Teladan Pemimpin Visioner yang Membumi
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Gesuri.id - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto memberikan motivasi politik dan gemblengan mental kepada puluhan orang muda.

Hasto meminta agar para pemuda-pemudi calon pemimpin bangsa ini banyak belajar dari semangat dan kepemimpinan intelektual serta narasi pembebasan rakyat Marhaen dari Proklamator RI, Bung Karno dan kepiawaian Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri di dalam menyelesaikan krisis multidimensi serta pelembagaan Partai.

Hal itu ditegaskan Hasto saat memaparkan materi dalam acara Muda-Mudi yang dilaksanakan di Sekolah Partai PDIP di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026) petang.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Sekolah Partai PDI Perjuangan Komarudin Watubun, serta Wasekjen DPP PDI Perjuangan Adian Napitupulu, Guntur Romli serta peserta Muda-Mudi Sekolah Partai dari berbagai daerah.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Di hadapan para kader, Hasto menjelaskan rahasia dan syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin sejati.

"Mengapa Bung Karno dan Ibu Megawati bisa menjadi pemimpin? Syarat menjadi pemimpin itu, Anda harus membangun intellectual leadership dan membumikannya dalam kebijakan strategis yang menjawab persoalan rakyat. Pemimpin yang seperti ini menggelorakan harapan dan tidak boleh menindas rakyat Marhaen," tegas Hasto.

Banyak orang yang mengaku pemimpin, sepertinya menunjukkan ketegasan, namun itu hanya di hadapan rakyat kecil, sementara di depan negara besar dan oligarki malah menunjukkan ketertundukan. Ini tidak boleh terjadi. “Bung Karno menjadi pemimpin karena berani melawan kolonialisme Belanda dan memiliki agenda dekolonialisasi yang mengguncangkan kemapanan negara-negara Barat. Ibu Mega menjadi pemimpin karena mendengarkan suara rakyat tertindas pada masa Orde Baru dan melakukan perlawanan terhadap Rejim Otoriter Orde Baru," tegasnya.

Jika ada yang mengaku pemimpin, tetapi hanya berani pada rakyat kecil, maka itu cerminan mentalitas seperti seorang pecundang.

"Syarat menjadi pemimpin, kata Bung Karno, digerakkan oleh ide-ide besar bagi rakyat dan bangsanya, dan memiliki nyali untuk melawan tatanan kekuasaan yang jauh lebih besar, namun menindas," ucap Hasto berapi-api.

Hasto menjelaskan, pada usianya yang masih sangat muda (16 tahun), Soekarno sudah melatih kepemimpinan intelektualnya.

Bung Karno terus mempertanyakan mengapa peradaban bangsa Indonesia yang begitu besar bisa terjajah oleh negara kecil. Dari sanalah, nyali perlawanan itu muncul.

"Yang dilawan oleh Bung Karno itu apa? Adalah apa yang dirasakan rakyat, ketidakadilan, kebodohan akibat sistem, penindasan, dan penyalahgunaan hukum. Itu yang dilawan. Meskipun lawannya adalah pemerintah kolonial Belanda," beber Hasto.

Keteladanan Megawati

Nilai-nilai dan nyali kepemimpinan Bung Karno itu, kata Hasto, kemudian dipraktikkan secara nyata oleh Megawati Soekarnoputri.

Hasto mencontohkan bagaimana Megawati pada masa lalu berani berdiri melawan rezim otoriter Orde Baru di bawah komando Presiden Soeharto.

"Ibu Mega melihat rakyat terjajah, enggak bisa bersuara, enggak bisa berserikat, dan partai politik dibonsai," kata Hasto.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Kondisi tersebut tak lantas membuat nyali Megawati ciut. Ia justru melawan dengan ide-ide demokratisasi yang cemerlang.

"Bu Mega melawan dengan ide bahwa kekuasaan presiden itu tidak tak terbatas. Harus ada pemilu yang jujur dan adil. Ada kedaulatan rakyat untuk ikut menentukan nasibnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Hasto mendesak para kader muda PDIP untuk tidak hanya mengandalkan otot, tetapi juga terus menggembleng diri dengan kekuatan intelektual guna menjawab berbagai persoalan rakyat.

Membaca buku, berdiskusi, dan rajin mencari jawaban atas berbagai persoalan rakyat.

Hasto meyakini, melalui pendidikan kaderisasi yang diimbangi dengan kepemimpinan intelektual tersebut, PDIP akan melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dengan kemampuan komunikasi yang baik, berdiri kokoh membela kepentingan rakyat.

Quote