Makassar, Gesuri.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan resmi mengukuhkan jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Kota Makassar. Prosesi sakral pengambilan sumpah dan jabatan ini mencakup struktur organisasi partai di seluruh 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar.
Pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Mesakh Raymond Rantepadang, bersama Ketua Dewan Kehormatan DPD PDI Perjuangan Sulsel, Andi Ansari Mangkona.
Ada yang menarik dari pelantikan kali ini. Berbeda dengan pelantikan organisasi pada umumnya yang digelar di dalam gedung mewah, DPC PDI Perjuangan Kota Makassar sengaja memilih konsep outdoor (luar ruangan) di halaman Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Jalan Jenderal Sudirman, agar prosesi ini dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Fikhran Noer, mengungkapkan alasan mendasar di balik pemilihan tempat bersejarah dan konsep terbuka tersebut.
"Kami sengaja menggelar pengukuhan ini secara *outdoor* di Monumen Mandala. Monumen ini adalah simbol perjuangan, pembebasan, dan titik temu masyarakat Makassar. Dengan melantik para pengurus di ruang terbuka seperti ini, kami ingin menegaskan sejak awal bahwa pengurus PAC yang baru dikukuhkan tidak boleh berjarak dengan rakyat. Mereka dilantik di hadapan rakyat, dan mulai hari ini mereka harus mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan rakyat," jelas Fikhran Noer.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile, dalam sambutannya menyampaikan pesan emosional sekaligus membakar semangat ratusan pengurus PAC yang baru saja sah mengemban amanah.
"PDI Perjuangan adalah partainya rakyat, partainya *wong cilik*. Oleh karena itu, momentum sakral ini harus menyatu dengan napas kehidupan masyarakat, bukan terisolasi di dalam gedung berasap AC. Di bawah langit Monumen Mandala ini, disaksikan langsung oleh warga Kota Makassar, saya meminta kepada seluruh ketua dan pengurus PAC di 15 kecamatan untuk menanamkan jiwa petarung. Jadikan tempat bersejarah ini sebagai saksi awal mula gerakan kalian untuk turun ke bawah, mengetuk pintu-pintu rumah warga, menangis dan tertawa bersama mereka, serta mengawal seluruh aspirasi masyarakat Makassar," tegas Andi Suhada Sappaile disambut teriakan merdeka dari para kader.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Mesakh Raymond Rantepadang, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas jalannya rangkaian acara yang dinilai sangat menyatu dengan napas perjuangan rakyat.
"Selamat kepada PAC yang baru dilantik dan dikukuhkan. Jaga nama baik partai, kalian adalah duta-duta perjuangan partai di kecamatan masing-masing. Jadilah PAC sebagai corong rakyat, PAC sebagai kawan dan sahabat rakyat, serta PAC sebagai perpanjangan lidah rakyat di tingkat kecamatan. PAC harus mampu mendengarkan jeritan hati rakyat," tegas Mesakh Raymond Rantepadang.
"Luar biasa konsep kegiatan ideologis partai yang boleh dilakukan hari ini. Kami mengapresiasi dengan dua jempol tangan. Kegiatan ini dikemas dalam satu tarikan napas, sebuah momentum konsolidasi partai dan peringatan Haul Bung Karno Bapak Bangsa dan Bapak Marhaen. Momentum konsolidasi partai yang dikemas dalam satu tarikan napas ini, beberapa kegiatan kemanusiaan boleh dilaksanakan, ada donor darah, bagi sembako, dan lain-lain," tambahnya dengan penuh apresiasi.
Melengkapi arahan tersebut, Ketua Dewan Kehormatan DPD PDI Perjuangan Sulsel, Andi Ansari Mangkona, mengingatkan mengenai tanggung jawab moral yang kini melekat di pundak para pengurus baru.
"Menjadi pengurus PAC adalah sebuah kehormatan untuk mengabdi kepada ideologi partai dan rakyat. Jaga nama baik institusi, rawat tali silaturahmi dengan masyarakat bawah, dan tegakkan disiplin organisasi. Kita harus solid satu komando untuk memenangkan hati rakyat Makassar," pungkas Andi Ansari Mangkona.
Acara pengukuhan serentak yang berlangsung khidmat, merakyat, dan penuh semangat membara ini ditutup dengan foto bersama jajaran DPD, DPC, dan seluruh pengurus PAC dari 15 kecamatan di bawah kemegahan Monumen Mandala.

















































































