Jakarta, Gesuri.id – Semangat nasionalisme dan nilai-nilai persatuan menggema di Kabupaten Kuningan melalui ajang Soekarno Run, Sabtu (27/6).
Sebanyak 525 peserta ambil bagian dalam kegiatan lari santai tersebut sebagai simbol untuk mengenang perjuangan sekaligus menanamkan kembali semangat kebangsaan yang diwariskan oleh Proklamator RI, Ir. Soekarno.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar olahraga bersama. Agenda ini merupakan bagian dari upaya merawat ingatan kolektif bangsa terhadap jasa Bung Karno sebagai tokoh sentral lahirnya Indonesia merdeka.
"Alhamdulillah hari ini kita bisa bersilaturahmi melalui kegiatan luar biasa, Soekarno Run. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno yang setiap bulan Juni selalu diperingati oleh PDI Perjuangan" ujar Nuzul.
Nuzul menjelaskan, penetapan Juni sebagai Bulan Bung Karno tidak terlepas dari tiga momentum bersejarah dalam perjalanan hidup Sang Putra Fajar.
Tiga Peristiwa Penting Bung Karno di Bulan Juni:
- 1 Juni 1945: Tonggak lahirnya Pancasila melalui pidato Bung Karno dalam sidang BPUPKI.
- 6 Juni 1901: Hari kelahiran Bung Karno di Surabaya.
- 21 Juni 1970: Hari wafatnya Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
Menurut Nuzul, ketiga peristiwa itu menjadi pengingat bahwa perjuangan Bung Karno tidak hanya melahirkan kemerdekaan, tetapi juga meletakkan fondasi ideologi bangsa yang digali langsung dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.
"Karena itu, kami mengisi Bulan Bung Karno dengan kegiatan positif seperti Soekarno Run. Selain membangun kesehatan fisik, kegiatan ini menjadi media untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya Bung Karno yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia," tambahnya.
Pelaksanaan Soekarno Run ini digagas bersama Taruna Merah Putih (TMP) atau Banteng Muda Indonesia (BMI) sebagai organisasi sayap partai. Kolaborasi ini sengaja menyasar generasi muda agar semangat nasionalisme dan gotong royong tetap hidup di tengah tantangan perubahan zaman.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, yang hadir sekaligus melepas langsung para peserta, menilai kegiatan tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam.
Menurut Dian, momentum Bulan Bung Karno harus dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
"Seperti yang disampaikan Pak Nuzul, ini bukan hanya kegiatan berlari. Ini momentum untuk membangkitkan semangat persatuan, kebersamaan, nasionalisme, gotong royong, dan kecintaan kepada Indonesia yang selalu diajarkan Bung Karno," kata Dian.
Dian berharap kegiatan olahraga berbasis nasionalisme seperti ini bisa terus menjadi ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan daerah.
"Dengan semangat kebersamaan seperti ini, mudah-mudahan nilai-nilai perjuangan Bung Karno tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Kuningan dan Indonesia," pungkasnya.

















































































