Surabaya, Gesuri.id - Tokoh senior PDI Perjuangan L Soepomo Sintuk Warsito tutup usia sekitar pukul 05.00 WIB, di rumahnya Jalan Rungkut Harapan G-33, Kota Surabaya, Kamis (27/12).
Meninggalnya Tokoh Marhaen Jawa Timur (Jatim) ini pun membuat kaget keluarga. Pasalnya, Soepomo itu tidak menderita sakit sebelumnya. Namun, usianya memang sudah menginjak 74 tahun.
Baca: Budiman: Lawan Politik Menebar Ketakutan Demi Kekuasaan
"Mungkin karena sudah sepuh. Tadi pas mau dibangunkan untuk Salat Subuh ternyata sudah tidak bergerak. Keluarga juga heran dan mengira paman ketiduran. Ternyata tidur untuk selama-lamanya," kata kerabat Soepomo, SW Nugrogo.
Sejumlah tokoh PDI Perjuangan pun tampak hadir melayat di kediaman Almarhum Soepomo diantaranya adalah Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan Bambang DH, mantan Wakil Ketua DPRD Jatim Budi Harjono (Nanang), serta Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana.
"PDI Perjuangan kehilangan tokoh panutan, yang habis-habisan menjaga partai ini di masa sulit. Beliau gigih menjalankan ajaran Soekarno, dan menaruh perhatian besar terhadap kelangsungan PDI Perjuangan, sampai akhir hayat. Selamat jalan, Pak Pomo," kata Whisnu.
Sementara itu, Bambang DH menuturkan bahwa Almarhum Soepomo adalah sosok yang memiliki jiwa nasionalis sejak remaja. "Di usia remaja, beliau sudah menceburkan diri dalam gerakan kaum nasionalis. Beliau pernah memimpin Gerakan Pemuda Marhaen (GPM) Kota Surabaya," ucap Bambang.
Bambang memaparkan, keaktifan Almarhum Soepomo berlanjut di Partai Demokrasi Indonesia (PDI), hasil fusi sejumlah partai politik, di antaranya PNI yang dilahirkan Soekarno. Bahkan, saat Kongres Luar Biasa PDI tahun 1993 di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Soepomo menempatkan diri di barisan pendukung Megawati Soekarnoputri.
Kesetiaannya pada Megawati kata Bambang, teruji ketika PDI diterpa gonjang-ganjing dualisme kepemimpinan. Ini akibat Kongres PDI di Medan, tahun 1996, yang menaikkan lagi Soerjadi dan Butu Hutapea berkat dukungan Orde Baru.
Baca: Presiden Lantik Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
"Kongres di Medan, kala itu, disambut gelombang unjuk rasa massa rakyat di berbagai kota di tanah air. Di Kota Surabaya, pusat gerakan di Posko Pandegiling. Dan beliau bersama Pak Tjip (Soetjipto, mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan) tak henti menggerakkan perlawanan massa," kata Bambang.
Buah dari perjuangan itu, Soepomo terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Timur pada pemilu 1999. Lalu, pada Pemilu 2004, Soepmojo terpilih menjadi anggota DPR RI.

















































































