Banten, Gesuri.id — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau Guruh Soekarnoputra.
Berdasarkan informasi duka yang diterima jajaran PDI Perjuangan, Guruh meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dalam usia 73 tahun.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar PDI Perjuangan Provinsi Banten, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra. Semoga almarhum husnul khatimah, seluruh amal ibadah dan pengabdiannya diterima Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Wanto, Sabtu.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Menurut Wanto, kepergian Guruh merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar PDI Perjuangan sekaligus dunia seni dan kebudayaan Indonesia.
Ia mengenang Guruh sebagai sosok seniman, budayawan, Marhaenis, sekaligus pejuang partai yang sepanjang hidupnya menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia melalui jalan kebudayaan.
“Mas Guruh mengajarkan kepada kita bahwa mencintai Indonesia bukan hanya melalui kata-kata. Kecintaan itu beliau wujudkan melalui karya, musik, tari, seni, dan keberpihakan yang kuat terhadap kebudayaan Nusantara,” ujar Wanto.
Wanto mengatakan, jalan kebudayaan yang ditempuh Guruh memiliki keterkaitan kuat dengan gagasan Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Mas Guruh memilih jalan kebudayaan sebagai jalan perjuangan. Beliau menjaga agar Indonesia tetap memiliki kepribadian dan tidak kehilangan akar kebangsaannya di tengah perubahan zaman,” katanya.
Karena itu, menurut Wanto, warisan Guruh tidak berhenti pada karya seni. Lebih dari itu, terdapat pesan mengenai pentingnya menjaga identitas dan kebudayaan bangsa untuk diteruskan kepada generasi berikutnya.
“Zaman boleh berubah, teknologi boleh semakin maju, tetapi bangsa yang besar tidak boleh kehilangan akar kebudayaannya. Mas Guruh telah memberikan teladan bagaimana menjadi modern tanpa kehilangan keindonesiaan,” ujar Wanto.
Wanto menambahkan, jajaran PDI Perjuangan Banten akan mengikuti arahan partai untuk mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan dan duka cita.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Ia juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan di Banten untuk mendoakan almarhum serta menjadikan kepergiannya sebagai momentum untuk kembali mengingat pentingnya perjuangan melalui jalan kebudayaan.
“Selamat jalan Mas Guruh. PDI Perjuangan kehilangan salah satu pejuangnya, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik dalam seni dan kebudayaan. Tetapi karya, pemikiran, dan kecintaan Mas Guruh terhadap Indonesia akan terus hidup,” kata Wanto.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal kebaikannya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Al-Fatihah,” pungkasnya.

















































































