Cilacap, Gesuri.id – Anggota DPRD Cilacap Fraksi PDI Perjuangan, Anggit Adi Juwita, menggelar reses di Desa Kesugihan, Kecamatan Kesugihan, dengan fokus pada penguatan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan pemberdayaan UMKM, Sabtu (14/2/2026).
"Reses ini untuk penjaringan aspirasi dari masyarakat di Dapil saya Kesugihan dan sekitarnya," ujar Anggit.
Kegiatan di luar masa sidang tersebut dihadiri ratusan konstituen dari wilayah Kesugihan dan sekitarnya. Sejumlah pengurus PDI Perjuangan Cilacap juga turut hadir dalam agenda penyerapan aspirasi itu.
Anggit yang merupakan anggota Komisi B DPRD Cilacap mengaku menerima sejumlah usulan dari masyarakat, khususnya kader PDIP yang hadir, di antaranya terkait penguatan KUB dan pemberdayaan UMKM.
"Jadi banyak UMKM atau KUB yang belum semuanya bisa kita fasilitasi dalam bentuk anggaran. Ke depan akan kita usahakan untuk kita maksimalkan," katanya.
"Nanti tetap melalui prosedur sesuai aturan pemerintah daerah atau bisa melalui pokok-pokok pikiran yang kita punya. Dan untuk realisasinya, karena usulannya tahun ini maka keluarnya di tahun 2027," lanjut Anggit.
Selain itu, ia mengklaim beberapa usulan masyarakat telah terealisasi berkat perjuangannya selama menjabat sebagai wakil rakyat dan manfaatnya sudah dirasakan warga, salah satunya pembangunan infrastruktur.
"Terkait infrastruktur relatif sudah banyak ya di wilayah Kecamatan Kesugihan dan sudah dibangun, termasuk di wilayah lainnya di dapil saya. Kurang 8 persen yang belum dibangun jalannya," ungkapnya.
Adapun terkait KUB dan UMKM di daerah pemilihannya, Anggit menyebut sudah banyak pelaku usaha, khususnya kalangan menengah ke bawah, yang mendapatkan bantuan fasilitasi.
"Kalau soal sumber dayanya, kami butuh anggaran dan waktu yang panjang, karena kita juga masih ada PR yang belum selesai, pasar di wilayah Kesugihan," terangnya.
"Kalau soal UMKM-UMKM sudah lumayan lah banyak yang terbantu dan banyak juga yang sudah kami fasilitasi terkait dengan pembuatan sertifikat halal," tandas kader partai berlambang banteng hitam bermoncong putih ini.
Termasuk, lanjut Anggit, toko-toko maupun market-market difasilitasi agar para pelaku usaha tidak mengalami kendala dalam berjualan.

















































































