Jakarta, Gesuri.id - Komisi VI DPR mengapresiasi langkah Pertamina yang dinilai sigap menangani bencana Sumatra, bahkan di tengah kondisi tidak mudah, perusahaan tetap responsif.
Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto mengatakan, cepatnya respons BUMN tersebut, tidak lepas dari kepemimpinan Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri yang selalu sigap menerima masukan di saat kapan pun.
"Pak Dirut ini responsnya cepat. Tengah malam pun, di WA dia jawab, responsif sekali. Apalagi ke masyarakat, responsif sekali. Saya pernah minta tolong dan itu langsung bergerak," ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR dan Pertamina, dikutip Jumat (13/2).
Menurut Darmadi, masyarakat Bawean yang terpencil pun, mengucapkan terima kasih kepada Pertamina di bawah kepemimpinan Simon.
RDP Komisi VI dengan Dirut Pertamina, Rabu (11/2) membahas dua hal. Pertama mengenai upaya Pertamina menangani bencana Sumatra. Kedua mengenai rencana penyaluran LPG 3 kg ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Terkait upaya yang dilakukan dalam menangani bencana Sumatra, Pertamina memaparkan bahwa dukungan energi yang disalurkan adalah sebanyak 3,287 tabung Bright Gas. Sedangkan Dexlite dan Pertamax sebanyak 405,2 KL, Avtur 253 KL, PLTS sebanyak 15 unit, dan genset sebanyak 36 unit.
Penyaluran energi di area terdampak, tidak hanya dilakukan melalui truk-truk pengangkut BBM yang harus melalui jalur berat dan sulit. Karena sulitnya jalur darat itulah, penyaluran energi juga dilakukan melalui jalur udara dan laut.
Sementara terkait penyaluran gas melon melalui KDMP, Pertamina menyampaikan bahwa Pertamina tetap melakukan monitoring. Selain itu, penyaluran melalui tidak akan mematikan agen.
Jajaran Pertamina Turun Langsung
Anggota DPR lainnya, Andre Rosiade juga mengapresasi langkah Pertamina dalam menangani bencana Sumatra.
"Saya ucapkan terima kasih soal gerak cepat Pertamina, dalam membantu masalah bencana di Sumatra Barat (Sumbar), Aceh, dan Sumatra Utara. Di Sumbar saya merasakan betul bagaimana cepatnya Pertamina, salah satu BUMN yang responsif untuk membantu Pemerintah menyelesaikan permasalahan bencana alam," kata Andre Rosiade.
Andre menggambarkan bagaimana jajaran Pertamina turun langsung mengatasi masalah di lapangan saat bencana terjadi. Salah seorang yang disebutnya adalah General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pun, merespons cepat permintaan pengiriman BBM dan bantuan logistik untuk korban yang mengungsi di Sumbar.
Bahkan, menurut Andre, Pertamina International Shipping juga bergerak cepat ikut mengamankan distribusi BBM di kawasan bencana.
Kendala BBM Terurai
Mufti Aimah Nurul Anam, juga sependapat. Anggota Komisi VI ini memberi apresiasi terhadap kerja keras Pertamina dalam merespons bencana di Sumatra. Upaya tersebut, lanjut Mufti, sangat tidak mudah. Sebab, memang terkendala dengan kondisi infrastruktur.
”Bahkan tidak sampai satu bulan, kendala BBM sudah terurai,” kata Mufti.
Ke depan, Mufti berharap agar semua pihak belajar dari bencana tersebut. Salah satunya SOP penanganan untuk penyaluran BBM di daerah bencana.

















































































