Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Budi Sulistyono (Kanang), mengajak masyarakat Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, untuk terus menjaga kondusifitas, kerukunan, kebersamaan, serta kelestarian alam sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan global.
"Di saat kondisi ekonomi negara sedang menghadapi tantangan, kunci utamanya adalah menjaga kondusifitas, kerukunan, dan kebersamaan. Syukuri dan pelihara alam sekitar, jangan dirusak, karena ini adalah karunia Tuhan yang dahulu juga diperjuangkan oleh para pahlawan," tutur Budi Sulistyono.
Pesan tersebut disampaikan Budi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Tanah DK Eks RD KRPH Belikwatu, Lapangan Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam acara tersebut Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kedawak Arifin beserta jajaran, Anggota DPRD Kabupaten Ngawi Sunarijati, Kepala Desa Kenongorejo, serta ratusan warga Desa Kenongorejo.
Peringatan HUT RI ke-81 itu juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Perum Perhutani, wakil rakyat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung kondusifitas ekonomi daerah.
Budi Sulistyono menambahkan pentingnya membangun sinergitas lintas sektoral, mulai dari pemerintah, Perhutani, hingga elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar perekonomian warga dapat berangsur pulih dan tumbuh lebih kuat.
Sementara itu, Asper BKPH Kedawak, Arifin, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga hutan yang memiliki tiga fungsi utama, yakni ekologi, ekonomi, dan ekosistem. Menurutnya, keberadaan hutan dan keanekaragaman hayati di dalamnya menjadi penopang penting bagi kehidupan masyarakat.
"Keberadaan hutan berfungsi sebagai pengawet sumber mata air, pemecah angin (wind break), pengatur iklim, serta penjelas benteng alami dalam mencegah tanah longsor dan banjir bandang. Menjaga hutan berarti menyeimbangkan ekosistem kehidupan kita," ujar Arifin.
Menghadapi musim penghujan yang akan datang, Arifin juga mengajak masyarakat penggarap lahan untuk melakukan aksi nyata dengan menanam minimal 10 pohon. Gerakan tersebut diharapkan menjadi upaya berkelanjutan dalam menjaga lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
"Mari kita niatkan menanam pohon ini sebagai amal jariyah dan sedekah oksigen bagi sesama. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Anas bin Malik: 'Jika kiamat hendak terjadi dan di tangan kalian ada biji tumbuhan, maka jika kalian sanggup menanamnya sebelum terjadi kiamat, maka lakukanlah," tambahnya.
Peringatan HUT ke-81 RI di Desa Kenongorejo kemudian ditutup dengan semangat kebersamaan untuk terus menjaga ruang hijau di Ngawi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara masyarakat, pemerintah, Perhutani, dan wakil rakyat.

















































































