Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, bersama DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi dan seluruh kader DPC se-Provinsi Jambi melaksanakan aksi penanaman pohon di Kawasan Candi Muara Jambi sebagai bagian dari Gerakan Satu Kader Satu Pohon.
“Gerakan Satu Kader Satu Pohon Ini kami persembahkan untuk kado ulang tahun ibu Megawati Soekarnoputri ke-79. Ini sebagai komitmen dan arahan Beliau, bahwa menanam pohon hari ini adalah wujud nyata menjaga lingkungan, mencegah bencana, dan mewariskan alam untuk generasi mendatang,” kata Edi dikutip Selasa (3/2).
Edi menjelaskan, penanaman pohon tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur seluruh kader PDI Perjuangan atas bertambahnya usia Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Melaksanakan penanaman pohon sebagai rasa syukur, seluruh kader partai di seluruh Indonesia, atas bertambahnya usia Ibu Megawati Soekarno Putri yang ke-79,” ucapnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini dilakukan secara serentak oleh jajaran partai di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Jambi.
“Hari ini, kami DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi beserta DPC PDI Perjuangan se Provinsi Jambi secara serentak melaksanakan penanaman pohon,” ujarnya.
Menurut Edi, gerakan tersebut merupakan pelaksanaan instruksi partai sekaligus bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup.
“Sebagai mana perintah dari DPP partai dan sebagai rasa syukur seluruh kader partai di seluruh Indonesia,” katanya.
Ia juga menyampaikan alasan pemilihan Candi Muaro Jambi sebagai lokasi penanaman pohon, karena nilai sejarah dan ekologis kawasan tersebut.
“Atas bertambahannya usia Ibu Megawati Soekarno Putri yang ke-79. Dan untuk Jambi sendiri, DPD kami menanam di Candi Muaro Jambi,”
“Candi yang cukup tua, abad ke-6 sampai ke abad ke-13 dan luasnya, terluas di Asia Tenggara ada 3.981 hektare,” lanjutnya.
Edi menegaskan, momentum ini harus menjadi pengingat bersama untuk terus menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
“Ini adalah momentum bagi kita semua untuk merawat alam kita, untuk menjaga bumi kita,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga hutan dan menolak praktik perusakan lingkungan.
“Mari bersama-sama kita membangun kesadaran kolektif kita untuk tidak menebang pohon secara sembarangan,” pintanya.
“Pembalakan liar, itu musuh kita bersama. HGU-HGU yang ada hari ini, orientasinya jangan menebang-menebang hutan saja, tapi bagaimana kita bisa merawat bumi pertiwi ini,” sambungnya.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi juga demi masa depan generasi penerus bangsa.
“Bukan hanya untuk kita, tapi untuk anak kita, untuk cucu kita, untuk cicit kita, dan generasi setelah kita,” pungkasnya.

















































































