Ikuti Kami

Gerakan Pangan Murah Diluncurkan Serentak, Blitar Komitmen Jaga Harga & Stok

Bupati Blitar menyampaikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Sambang Deso di Desa Ngaringan menjual berbagai kebutuhan pokok

Gerakan Pangan Murah Diluncurkan Serentak, Blitar Komitmen Jaga Harga & Stok
Bupati Blitar yang juga politisi PDI Perjuangan Rijanto mengikuti launching Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional oleh Menteri Pertanian RI secara virtual melalui Zoom di Desa Ngaringan - Foto:Prokopim Blitar

Blitar, Gesuri.id - Bupati Blitar yang juga politisi PDI Perjuangan Rijanto mengikuti launching Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional oleh Menteri Pertanian RI secara virtual melalui Zoom di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari. 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Muspika Gandusari, Kepala Desa Ngaringan, perwakilan Bulog, serta peternak ayam setempat.

Launching GPM Serentak Nasional dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional.

Bupati Blitar menyampaikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Sambang Deso di Desa Ngaringan menjual berbagai kebutuhan pokok, di antaranya beras, telur, minyak, dan gula. Program ini juga akan dilaksanakan di desa maupun kelurahan lainnya di Kabupaten Blitar.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Kita ingin memastikan seluruh warga dapat menyambut Ramadan dengan tenang dan nyaman, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan pokok,” tegas Rijanto, Rabu (18/02).

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

Sementara itu, Mentan menegaskan kondisi stok pangan nasional saat ini dalam keadaan melimpah, sehingga pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali.

Amran Menteri Pertanian RI meminta seluruh pelaku usaha untuk tidak menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. 

Berdasarkan data neraca pangan nasional, sejumlah komoditas telah swasembada dan surplus, di antaranya beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. 

Surplus produksi tersebut menjadi bantalan kuat dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Untuk memastikan kebijakan harga berjalan efektif, pemerintah pusat akan terus memperkuat pengawasan stok dan distribusi melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

Quote