Blitar, Gesuri.id - Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan Guntur Wahono akan menginventarisasi kebutuhan sumur bor, termasuk mendorong pemanfaatan sumur bor tenaga surya untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Aspirasi itu disampaikan petani dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan terhadap Dinamika Pemerintahan bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Blitar di Pendapa Ageng Hand Astasih, Srengat, Jumat (25/09)
Guntur mengatakan sumur bor tenaga surya dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi persoalan air sekaligus menekan biaya operasional petani.
“Maka yang bisa kami lakukan adalah menginventarisir, mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat terkait dengan kebutuhan sumur-sumur bor. Ternyata ada sumur bor tenaga surya yang menarik, sangat meringankan beban masyarakat karena kebutuhan air tercukupi dan hemat operasional,” jelas Guntur.
Menurut dia, usulan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian agar kebutuhan sumur bor benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan. Usulan itu juga akan diarahkan agar terintegrasi dengan kebijakan dan kemampuan APBD Provinsi Jawa Timur.
Persoalan air menjadi perhatian utama karena kondisi pertanian di wilayah barat Blitar dinilai lebih kering dibandingkan wilayah timur.
Ketua Gapoktan Kabupaten Blitar Maskuri mengatakan wilayah timur masih memiliki dukungan sumber air dari kawasan Gunung Kelud dan Gunung Kawi, sedangkan wilayah barat menghadapi keterbatasan sumber air.
“Yang jelas daerah-daerah yang kering itu memang sangat membutuhkan bantuan untuk pengadaan air berupa pompa air. Kami menginginkan adanya sumur-sumur yang lebih banyak di wilayah barat, pompa-pompa air yang bisa mendukung untuk pengairan,” ujar Maskuri.
Selain sumur bor dan pompa air, petani juga mengusulkan pembangunan dam atau bendungan serta normalisasi parit. Kebutuhan alat panen padi dan jagung juga disampaikan untuk membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja.
Masalah air tersebut menjadi bagian dari tantangan pertanian akibat kemarau dan penurunan debit sumber air. Dalam forum serupa, kebutuhan infrastruktur irigasi dan sumur bor juga menjadi aspirasi utama petani Blitar.
Guntur mengatakan seluruh aspirasi tersebut perlu dipetakan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Dengan begitu, bantuan yang diberikan tidak sekadar menambah sarana pertanian, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi petani.
“Yang bisa kami lakukan adalah menginventarisir mengidentifikasi persoalan yang ada di masyarakat,” katanya.

















































































