Ikuti Kami

Hasto Kristiyanto Tanam Pohon di Embung Giwangan, Tekankan Politik Sebagai Strategi Kebudayaan.

Sekjen PDI Perjuangaan Sambangi Jogja: Dari Aksi Tanam Pohon Bersama Wali Kota Hasto Wardoyo hingga Kuliah Umum Kemanusiaan

Hasto Kristiyanto Tanam Pohon di Embung Giwangan, Tekankan Politik Sebagai Strategi Kebudayaan.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Yogyakarta, Gesuri.id – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengawali rangkaian kunjungannya di Yogyakarta dengan melakukan aksi lingkungan "Merawat Pertiwi" di kawasan Embung Giwangan, Senin (16/2). 

Dalam aksi tersebut, Hasto bersama jajaran DPD dan DPC PDI Perjuangaan Yogyakarta melakukan penanaman berbagai bibit pohon, mulai dari pohon Kepel yang merupakan identitas flora DIY, hingga Tabebuya dan pohon buah-buahan.

Kehadiran Hasto disambut hangat oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Ketua DPD PDI Perjuangaan DIY Nuryadi, Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto, serta Wali Kota Yogyakarta dr. Hasto Wardoyo yang didampingi Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Dalam arahannya di Grha Budaya, Hasto Kristiyanto menyampaikan pidato mendalam yang mengaitkan politik dengan falsafah Jawa. Ia mengutip kisah Subali yang mendapatkan "Aji Pancasona" karena rasa cintanya yang luar biasa kepada bumi.

"Aji Pancasona itu kekuatannya berasal dari bumi. Pesan moralnya jelas: jika kita merawat bumi, maka bumi akan menghidupi kita. Namun jika kita mengkhianatinya, bumi bisa membelah dan menciptakan kesengsaraan," ujar Hasto di hadapan ratusan kader yang hadir.

Hasto juga menegaskan bahwa gerakan menanam pohon bukan sekadar seremoni, melainkan strategi kebudayaan partai untuk melawan ego kapitalisme yang sering kali mengeksploitasi alam demi kepentingan elektoral sempit.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto turut membagikan kebiasaan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri. Ia menceritakan bagaimana Megawati selalu mengumpulkan biji buah-buahan dari setiap rapat untuk disemai kembali, hingga memanfaatkan sisa air kopi tamu sebagai pupuk organik.

"Ibu Mega mengajarkan hal-hal fundamental. Bahkan botol plastik bekas tidak dibuang, tapi dijadikan wadah pembenihan. Ini yang harus dicontoh kader di Yogyakarta, terutama dalam menangani masalah sampah di kota ini," tambahnya.

Menanggapi isu lingkungan di Kota Pelajar, Hasto memberikan instruksi khusus kepada Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, untuk memperkuat tata kelola sampah menggunakan teknologi bakteri pengurai agar sungai-sungai di Jogja bersih dari limbah plastik.

Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis 

Ia menekankan bahwa ciri kader PDI Perjuangan yang sejati adalah mereka yang mau berhenti sejenak untuk memungut sampah plastik yang mereka temui di jalan.

Aksi tanam pohon ini menjadi pembuka sebelum acara puncak Public Lecture Series 002 bertajuk "Spirit of Humanity and Human Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi" yang digelar di lokasi yang sama.

Acara diskusi publik tersebut dijadwalkan menghadirkan tokoh-tokoh vokal seperti Rocky Gerung, Rimawan P., serta dipandu oleh politisi muda Aryo Seno Bagaskoro sebagai host.

Quote