Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Baubau, Muhamad Yumardin Haeruddin, menegaskan peringatan Bulan Bung Karno harus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya saat memimpin gerakan tanam padi bersama petani, mahasiswa, dan Pemerintah Kota Baubau di kawasan pertanian Kelurahan Karing-Karing, Kecamatan Bungi, sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada beras.
“Dalam rangka Bulan Bung Karno, kami pengurus PDI Perjuangan Kota Baubau melaksanakan penanaman padi bersama petani, mahasiswa, dan Pemerintah Kota Baubau di kawasan pertanian Kelurahan Karing-Karing. Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab partai yang harus selalu hadir di tengah masyarakat, sebagaimana yang dilakukan Bung Karno semasa hidupnya, yang terus berada dan berjuang bersama rakyat,” ujarnya, dikutip Jumat (3/7/2026).
Menurut Muhamad Yumardin, semangat perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia tidak cukup diperingati melalui seremoni semata, tetapi harus diwujudkan dalam aksi yang berpihak kepada rakyat, khususnya petani sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antara partai dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mewarisi semangat perjuangan Bung Karno yang selalu berpihak kepada wong cilik.
Muhamad Yumardin juga mengingatkan bahwa keberpihakan Bung Karno kepada petani memiliki akar sejarah yang kuat. Ia menuturkan, pada awal dekade 1920-an Bung Karno bertemu dengan seorang petani bernama Marhaen di kawasan selatan Bandung. Pertemuan tersebut melahirkan gagasan Marhaenisme, yang menempatkan kaum kecil sebagai pusat perjuangan dalam mewujudkan keadilan sosial dan kedaulatan ekonomi bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai Marhaenisme masih sangat relevan hingga saat ini, terutama dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Karena itu, DPC PDI Perjuangan Kota Baubau berkomitmen mendorong kawasan pertanian Kelurahan Karing-Karing menjadi kawasan pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas petani sekaligus menjadi lumbung pangan Kota Baubau.
Sementara itu, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Baubau Adriansyah Farmin menegaskan bahwa momentum Bulan Bung Karno menjadi pengingat bahwa membangun bangsa harus dilakukan melalui kerja nyata bersama masyarakat.
“Dalam momentum memperingati Bulan Bung Karno ini, maka kehadiran kami di tengah para petani melaksanakan gerakan tanam padi bersama, adalah bentuk komitmen kami sebagai anak bangsa, yang turun langsung ke sawah untuk memberikan kontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.
Adriansyah menilai setiap langkah kecil yang dilakukan bersama petani memiliki arti besar bagi masa depan bangsa dan upaya menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
“Satu lumpur yang kita injak, satu bibit yang kita tanam, maka itu akan menjadi investasi kedaulatan pangan bagi bangsa kita. Sebagai negara yang merdeka, ketahanan pangan harus menjadi tugas kita bersama. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang mampu menjaga keutuhan pangan bagi masyarakatnya,” lugasnya.
Melalui gerakan tanam padi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Baubau berharap kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan masyarakat terus diperkuat guna meningkatkan produktivitas pertanian, mempercepat terwujudnya swasembada beras, serta menghidupkan kembali semangat perjuangan Bung Karno yang menempatkan petani sebagai salah satu pilar utama dalam membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkeadilan sosial.

















































































