Ikuti Kami

Meninggalnya 3 Peserta Latsarmil, Adisatrya Suryo Sulisto: Pembekalan Bergaya Militer Perlu Dikaji Ulang

Evaluasi terkait program ini, manfaatnya, dan juga kecocokannya untuk tujuan para partisipan ini menjadi pengurus Koperasi Desa Merah Putih.

Meninggalnya 3 Peserta Latsarmil, Adisatrya Suryo Sulisto: Pembekalan Bergaya Militer Perlu Dikaji Ulang
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah meninggalnya tiga peserta saat mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil).

Menurutnya, pembekalan bergaya militer perlu dikaji ulang agar selaras dengan tujuan program, yakni menyiapkan calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Menurut kami yang paling utama adalah evaluasi terkait program ini, manfaatnya, dan juga kecocokannya untuk tujuan para partisipan ini menjadi pengurus Koperasi Desa Merah Putih,” kata Adisatrya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Jumat (26/6/2026).

Sebagai mitra kerja Kementerian Koperasi, Komisi VI DPR RI mempertanyakan relevansi latihan dasar militer dengan kompetensi yang dibutuhkan calon pengurus koperasi. Adisatrya menilai kemampuan utama yang harus dimiliki para peserta adalah keterampilan manajerial agar mampu mengelola koperasi secara profesional.

“Yang harus diutamakan juga adalah skill mereka dalam manajemen, dalam melakukan pembukuan yang baik, bagaimana menyetok barang, inventaris barang, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut Adisatrya, materi tersebut jauh lebih relevan untuk mendukung tata kelola koperasi di tingkat desa dibandingkan pembekalan fisik bergaya militer. Ia menegaskan tidak mempersoalkan pentingnya kondisi fisik yang sehat bagi para peserta, namun mempertanyakan apakah Latsarmil merupakan metode yang tepat bagi calon pengurus koperasi.

“Betul para calon ini harus sehat, kami mendukung itu. Tapi apakah latihan dasar militer ini cocok dengan orang-orang yang mencalonkan diri untuk menjadi pengurus,” katanya.

Apabila pelatihan fisik tetap dipertahankan dalam program SPPI, Adisatrya meminta pemerintah memperketat proses pemeriksaan kesehatan setiap peserta sebelum mengikuti kegiatan. Menurutnya, kondisi kesehatan dan riwayat penyakit peserta harus menjadi pertimbangan utama untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

“Kalau memang itu mau diadakan, pertama harus dicek betul kondisi kesehatan mereka setiap orangnya. Tekanan darahnya dan riwayat penyakitnya. Belum tentu mereka punya kesehatan atau fisik badan yang cocok untuk latihan dasar militer ini,” tegasnya.

Karena itu, Adisatrya mendorong pemerintah mengevaluasi kembali keseluruhan desain pelatihan SPPI dengan lebih menitikberatkan pada penguatan kapasitas manajemen dan pengelolaan usaha bagi calon pengurus koperasi.

“Harus dievaluasi ulang program ini, modul-modulnya apa saja. Kesehatan itu penting, tetapi yang lebih diutamakan adalah skill mereka, meningkatkan pengetahuan mereka dari segi manajemen,” pungkasnya.

Quote