Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, menegaskan bahwa Wanoja Perjuangan harus menjadi wadah perjuangan kemanusiaan yang berpihak pada perempuan. Organisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, tetapi juga hadir memberikan perlindungan, pendampingan, dan pemberdayaan bagi perempuan di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
”Kami tidak mengemasnya murni dengan kemasan warna merah. Organisasi ini lebih ke arah kemanusiaan,” ujar Hj. Ida di sela-sela acara pengukuhan pengurus Wanoja Perjuangan Kabupaten Pangandaran di Grand Palma Pangandaran, dikutip Kamis (29/10/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X tersebut menegaskan, perempuan memiliki posisi penting dalam perjuangan PDI Perjuangan. Karena itu, keberadaan perempuan dalam organisasi tidak boleh sekadar menjadi pelengkap, melainkan harus menjadi bagian utama dari tujuan perjuangan.
“Perempuan di wadah PDI Perjuangan itu bukan sebagai pelengkap, tapi merupakan tujuan dari perjuangan,” tegasnya.
Menurut Ida, Wanoja Perjuangan dirancang sebagai ruang bagi perempuan untuk menyampaikan keluhan, memperjuangkan aspirasi, serta mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan. Program organisasi ini mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga advokasi hukum, termasuk penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak.
“Banyak kekerasan dalam perempuan (KDRT) dan kekerasan pada anak. Itu kami tampung dan kami turun juga ke daerah-daerah untuk melindungi mereka,” jelas Hj. Ida.
Ia menekankan, upaya perlindungan perempuan tidak cukup hanya melalui penyerapan aspirasi. Organisasi juga perlu hadir langsung di tengah masyarakat untuk memahami persoalan yang dihadapi perempuan sekaligus mendorong langkah-langkah pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui kegiatan sosial. Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, anggota Wanoja Perjuangan menggelar aksi bakti sosial donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong melalui aksi kemanusiaan.
Selain perlindungan sosial, Ida menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi perempuan. Menurutnya, persoalan ekonomi dapat memperburuk kerentanan perempuan dalam rumah tangga, termasuk ketika mereka menghadapi kekerasan.
“Banyak ketimpangan sekarang ini. Banyak sekali perempuan yang karena urusan ekonomi, mereka dianiaya oleh suaminya,” ungkapnya.
Ida, yang mewakili wilayah Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Kuningan, dan Kota Banjar, menyatakan akan terus mendorong program pemberdayaan agar perempuan memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemampuan ekonomi mereka.
“Saya ingin meningkatkan kualitas perekonomiannya di beberapa lingkungan perempuan,” pungkasnya.
Melalui pengukuhan pengurus Wanoja Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Ida berharap organisasi tersebut dapat memperluas jangkauan kegiatan sosial, memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta mendorong kemandirian ekonomi perempuan. Dengan demikian, kehadiran organisasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pendampingan dan dukungan.

















































































