Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Fitri Maryani, SE., MM, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian flora dan fauna sebagai bagian penting dari upaya menjaga kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.
Ia menegaskan perlindungan tumbuhan dan satwa tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kelestarian keanekaragaman hayati membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah maupun lembaga yang bergerak di bidang konservasi,” tegasnya, dikutip Minggu (8/11/2026).
Ajakan tersebut disampaikan Diah dalam momentum peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang diperingati setiap 5 November. Menurutnya, peringatan tahunan ini harus menjadi pengingat sekaligus momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kekayaan alam Indonesia.
Ia menilai, Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan. Beragam jenis tumbuhan dan satwa yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara merupakan aset ekologis yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
“Karena itu, peringatan HCPSN perlu menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran bersama bahwa keberlangsungan kehidupan manusia juga sangat bergantung pada kondisi ekosistem yang sehat,” ungkap Diah.
Legislator PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti berbagai ancaman terhadap keberadaan flora dan fauna, mulai dari perburuan liar, perdagangan ilegal satwa dilindungi, hingga kerusakan habitat. Berbagai aktivitas tersebut dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sekaligus mempercepat berkurangnya keanekaragaman hayati.
“Perlindungan flora dan fauna harus dimulai dengan membangun kebiasaan masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kesadaran untuk tidak membeli maupun memperjualbelikan satwa dilindungi menjadi salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan setiap individu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Diah menyebutkan bahwa kepedulian terhadap kelestarian alam dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya menanam tanaman lokal di lingkungan tempat tinggal, menjaga ruang terbuka hijau, serta mendukung berbagai kegiatan edukasi mengenai pentingnya konservasi alam.
Menurutnya, pendidikan dan penyebaran informasi mengenai pelestarian lingkungan juga perlu terus diperkuat agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan tidak hanya mengetahui jenis flora dan fauna yang perlu dilindungi, tetapi juga memahami dampak yang muncul apabila keseimbangan alam terganggu,” harap Diah.
Diah juga mengingatkan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati merupakan investasi jangka panjang bagi kehidupan generasi mendatang. Sebab, kerusakan lingkungan yang tidak ditangani dengan baik berpotensi menghilangkan kekayaan alam yang seharusnya dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.
Melalui peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2026, ia berharap kepedulian terhadap kelestarian flora dan fauna tidak hanya muncul pada momentum peringatan tertentu, tetapi menjadi kebiasaan yang terus diterapkan masyarakat.
“Menjaga flora dan fauna, bukan sekadar tanggung jawab moral, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi berikutnya,” pungkasnya.

















































































