Ikuti Kami

Keren, Pemkab Jember Gratiskan Kios Bagi Pedagang

Hal ini menyusul revitalisasi delapan pasar di Jember yang menggunakan dana APBD 2018.

Keren, Pemkab Jember Gratiskan Kios Bagi Pedagang
Bupati Jember, Faida. Foto: Pemkab Jember.

Jember, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengundang sekitar 800 orang pedagang dari delapan pasar untuk mengikuti acara tasyakuran "Nganyari Pasar". 800-an orang pedagang itu berasal dari delapan pasar yang selesai direvitalisasi memakai dana APBD Jember tahun 2018.

Kedelapan pasar itu adalah Pasar Tanjung (tahap 1), Pasar Tegalbesar Kecamatan Kaliwates, Pasar Bungur Kecamatan Patrang, Pasar Tegalboto Kecamatan Sumbersari, Pasar Petung Kecamtan Bangsalsari, Pasar Menampu Kecamatan Gumukmas, Pasar Umbulsari Kecamatan Umbulsari, dan Pasar Kecamatan Kalisat.

Baca: Anugrah Makin Mulus Jadi Dirut PD Pasar Surya

"Sekarang merupakan tasyakuran 'nganyari pasar' gelombang kedua, sebelumnya gelombang pertama sudah tiga pasar. Hari ini kami mengundang sekitar 800 orang pedagang," ujar Bupati Jember, Faida, dilansir dari Suryamalang.com, Kamis (4/7).

Kader PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa tidak akan ada jual beli kios. Jadi para pedagang bisa mendapatkan lapak dan kiosnya secara gratis. Jika ada pedagang yang ditarik biaya untuk mendapatkan kios atau lapak itu, dia meminta supaya melapor.

"Kios dan lapak dibangun memakai dana APBD untuk rakyat Jember, untuk kesejahteraan pedagang Jember," ujarnya.

Faida mengatakan, berkat revitalisasi pasar ini pedagang lesehan akhirnya bisa mendapatkan lapak yang lebih layak secara gratis. "Ada yang sebelumnya sama sekali tidak ada lapak, berjualan di tanah dengan tempat ala kadarnya," ucapnya.

Lebih lanjut Faida berharap, nantinya para pedagang bisa diatur penempatannya sesuai dengan jenis barang dagangan mereka. Selain itu ia juga meminta para pedagang untuk bekerja sama menjaga kebersihan pasar. Karena kios sudah gratis maka faida pun berharap kepada para pedagang untuk tidak telat membayar retribusi.

"Masak sate, daging, dan konveksi mau jejeran, kan ya gak enak lihatnya, juga tidak pas," pungkasnya.

Dihadapan 80 pedagang, Faida kembali mengenalkan tentang e-retribusi. "Bayar retribusi tidak perlu keluarkan uang dari dompet, cukup kartu saja ditempel sudah bisa bayar," katanya.

Sementara itu, seorang pedagang Pasar Tegalbesar sekaligus ketua paguyuban pedagang, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik revitalisasi yang dilakukan oleh Pemkab Jember.

Baca: Rudy Harap Revitalisasi Pasar Klewer Rampung Tahun Ini

"Kalau pasar bagus, terlihat apik dan tertata bagus pasti pasar tradisional tidak akan kalah dengan toko modern. Kami sangat menyambut baik revitalisasi pasar ini," ungkapnya.

Diketahui, revitalisasi pasar itu diketahui menggunakan anggaran mencapai hampir Rp 100 miliar. Dana untuk 12 pasar tradisional itu berasal dari APBD Kabupaten Jember. Dari 12 pasar yang direnovasi, tiga pasar telah dimanfaatkan oleh pedagang yakni Pasar Kreongan dan Gebang Kecamatan Patrang, dan Pasar Mangli Kecamatan Kaliwates.

Quote