Aceh Utara, Gesuri.id — Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Aceh Utara tampak lebih hangat dari biasanya.
Di tengah kondisi sejumlah warga yang masih berjuang memulihkan diri pascabanjir, bantuan berupa nasi kotak datang menghampiri rumah-rumah warga yang terdampak, terutama yang rumahnya hilang diterjang banjir pada akhir tahun 2025 lalu.
Ketua DPC PD Perjuangan Aceh Utara, Syibral Mulasi turun langsung ke desa tersebut untuk membagikan nasi kotak kepada warga. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah, terlebih di bulan suci Ramadan.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan

Dengan menyusuri rumah-rumah yang sebelumnya rusak diterjang banjir pada akhir tahun 2025 lalu, Syibral mendatangi rumah warga korban banjir. Nasi kotak dibagikan agar masyarakat dapat berbuka puasa dengan lebih tenang meskipun masih dalam situasi sulit.
Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Utara mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan empati terhadap warga yang terdampak bencana.
“Di bulan Ramadan ini kita ingin berbagi dengan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir. Semoga bantuan sederhana ini bisa sedikit meringankan beban mereka saat berbuka puasa,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa partainya ingin terus hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya dalam kegiatan politik tetapi juga dalam aksi sosial kemanusiaan.
Warga Desa Blang Peuria menyambut baik kedatangan Ketua DPC PDI Perjuangan tersebut. Beberapa warga mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan, terutama karena kondisi mereka masih dalam tahap pemulihan setelah banjir melanda kawasan itu beberapa waktu lalu.
Salah seorang warga mengatakan bahwa bantuan makanan menjelang berbuka puasa sangat membantu, terutama bagi keluarga yang kini tinggal di rumah sederhana yang dibangun dengan alas terpal seadanya.
"Hampir 4 bulan paska bencana melanda, kami belum terima dana bantuan apapun dari Pemerintah. Kami yang rumah hilang berjuang bangkit paska bencana secara mandiri. Menjelang lebaran jika memang ada, kami masih menanti bantuan rumah ataupun bantuan dana lain yang katanya dibantu pemerintah Pusat", ujar Paknek, salah seorang korban Bencana Banjir di Desa Blang Peuria.

Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Kegiatan berbagi nasi kotak ini menjadi gambaran sederhana tentang semangat gotong royong di tengah masyarakat. Di bulan Ramadan yang penuh berkah, kepedulian sosial seperti ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga.
Selain membagikan nasi kotak, Ketua DPC Perjuangan Aceh Utara juga menyempatkan diri berbincang dengan warga untuk mendengar langsung kondisi dan kebutuhan mereka pascabanjir.
Dengan langkah kecil namun penuh makna, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah musibah, selalu ada tangan-tangan yang siap membantu dan berbagi.

















































































