Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Junico BP Siahaan, S.E., menggelar kegiatan literasi digital bertema “Akselerasi Kesadaran Privasi Keamanan Data Bagi Netizen Produktif” di SMK ICB Cinta Teknika Bandung yang diikuti sekitar 150 siswa kelas X dan XI.
Hal itu bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang keamanan data serta tantangan dunia digital yang terus berkembang.
“Yang pasti selain ini masa reses saya, saya juga harus terus menyuarakan hal-hal yang menurut saya menjadi concern utama setiap anggota DPR. Karena tiap komisi punya concern masing-masing. Saya merasa harus ada yang konsisten bersuara tentang ekosistem digital,” kata Nico Siahaan, dikutip Sabtu (7/3).
Kegiatan yang berlangsung di aula lantai III SMK Cinta Teknika, Jalan Atlas Tengah No 2, Kota Bandung, pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini membahas berbagai isu penting di dunia digital, mulai dari keamanan data, ancaman judi online, hingga penipuan di internet.
Dalam kegiatan tersebut, Nico Siahaan menggandeng dosen Universitas Komputer Indonesia, Archy Renaldy Pratama Nugraha, S.Kom., M.T., C.MTr., C.PPS., untuk memberikan materi terkait perkembangan teknologi digital serta pentingnya kesadaran keamanan data bagi para siswa.
Kepala SMK ICB Cinta Teknika, Sugiyo, S.Pd., M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda di era teknologi saat ini.
“Di era digital ini masyarakat khususnya para siswa harus memperhatikan empat pilar, yaitu kecakapan digital, budaya digital, skill digital dan keamanan digital,” ujar Sugiyo dalam sambutannya.
Sugiyo menambahkan bahwa kehadiran Nico Siahaan merupakan kehormatan bagi pihak sekolah. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya Nico pernah berkunjung terkait program bantuan pendidikan bagi orang tua siswa.
Pihak sekolah berharap kegiatan workshop tersebut membawa manfaat bagi seluruh warga sekolah serta memberikan ilmu literasi digital yang dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Hubin Humas, Erda Yanti, S.H., menjelaskan bahwa SMK ICB Cinta Teknika menjadi salah satu sekolah yang dipilih dalam kegiatan literasi digital tersebut.
Menurut Dea, sapaan akrabnya, pemaparan dari pemateri memberikan wawasan terkait perkembangan digitalisasi sekaligus mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus ke dalam praktik judi online maupun penipuan digital.
Dalam pemaparannya, Nico Siahaan mengaku prihatin karena di era digital saat ini tidak sedikit pelajar yang terjerumus dalam praktik judi online maupun menjadi korban penipuan. Menurutnya, kondisi tersebut mendorong dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi generasi muda.
Ia menjelaskan sejak bergabung di Komisi I DPR RI pada 2012 dan 2017, dirinya banyak menyoroti isu digital, termasuk pembahasan Undang-Undang Penyiaran dan migrasi teknologi dari frekuensi analog ke digital.
Menurut Nico, migrasi tersebut memberikan banyak keuntungan, salah satunya peningkatan kapasitas kanal siaran dari satu channel analog menjadi hingga 16 channel dalam frekuensi yang sama ketika menggunakan teknologi digital.
Selain itu, frekuensi analog yang ditinggalkan juga dapat dimanfaatkan pemerintah untuk kepentingan lain, termasuk disewakan kepada pihak swasta sehingga memberikan manfaat tambahan bagi negara.
Namun demikian, Nico menilai perkembangan masalah digital dalam beberapa tahun terakhir meningkat secara eksponensial. Ia mencontohkan maraknya pinjaman online, judi online, pencurian data, hingga penipuan digital atau scam.
“Contohnya terkait pinjaman online, namun OJK sudah turun tangan dalam hal pengawasan. Lalu contoh lainnya yaitu judi online yang semakin marak terutama saat pandemi Covid-19,” jelasnya.
Nico menambahkan bahwa berbagai persoalan digital tersebut berkembang pesat selama satu dekade terakhir sehingga memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Ia menilai persoalan tersebut berbeda dengan kejahatan konvensional karena dampaknya dapat mengganggu langkah pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan jangka panjang.
Selain itu, ia juga menyinggung proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia yang diperkirakan meningkat hingga 50–70 juta orang dalam 10 tahun ke depan. Kondisi tersebut dinilai akan menjadi tantangan besar jika tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia dan literasi digital yang memadai.
Dirinya menegaskan bahwa literasi digital tidak hanya bertujuan menghindari risiko di dunia maya, tetapi juga memanfaatkan peluang dari percepatan teknologi.
“Menurut saya hingga 2029 nanti atau kurang dari empat tahun, percepatan AI akan melonjak entah sampai di mana. Tanpa AI saja kita sudah melihat betapa luar biasanya perkembangan digital,” kata Nico Siahaan.
Ia bahkan mengaku pernah menerima panggilan video dari orang yang tidak dikenalnya dengan teknologi manipulasi wajah.
“Hari ini orang sudah ada yang berani video call ke saya padahal tidak dikenal. Deepfake-nya sudah begitu. Jadi pemerintah jangan main-main,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nico Siahaan menegaskan bahwa kedatangannya ke SMK ICB Cinta Teknika bukan untuk kepentingan politik.
“Kalau mereka seandainya memilih saya berdasarkan informasi yang mereka dapatkan itu silakan. Saya tidak berkampanye. Harapan saya mereka bisa memilih calon berdasarkan kemampuan atau skill yang dimilikinya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya fokus pada bantuan pendidikan atau pekerjaan jangka pendek, tetapi juga memahami dampak perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Nico Siahaan menilai budaya meneliti dan memahami perkembangan teknologi perlu diperkuat agar masyarakat tidak tertinggal dalam menghadapi inovasi global.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat, khususnya warga Cinta Teknika, tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan dunia digital, melainkan mampu mengambil peran aktif dan memanfaatkannya secara positif.
Kepada para siswa, dirinya juga berpesan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk tekanan yang muncul akibat penggunaan media sosial.
Menurutnya, generasi muda saat ini sering terjebak dalam perbandingan sosial di media digital yang memicu rasa tidak percaya diri secara massal.
Ia mencontohkan fenomena ketika seseorang yang sudah berhasil masih merasa kurang karena melihat pencapaian orang lain di media sosial.
Karena itu, ia berharap para guru dapat membimbing siswa agar memiliki mental yang kuat serta tidak mudah menyerah menghadapi tantangan masa depan.
Nico Siahaan juga mengingatkan bahwa peluang bekerja di luar negeri kini semakin terbuka, namun membutuhkan mental yang tangguh.
“Bisa-bisa dengan mental seperti itu, satu bulan saja sudah pulang ke kampung halaman,” kata Nico Siahaan mengingatkan.

















































































