Ikuti Kami

PBN 2026, Sebanyak 90 Stan UMKM Siap Dongkrak Ekonomi Pekalongan

Aaf mendorong agar gelaran tersebut benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha.

PBN 2026, Sebanyak 90 Stan UMKM Siap Dongkrak Ekonomi Pekalongan
Wali Kota Pekalongan di Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 - Foto: Pemkot Pekalongan

Pekalongan, Gesuri.id – Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat. Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau Aaf, mendorong agar gelaran tersebut benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha.

PBN 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 14 hingga 18 Oktober 2026, di Gapura Nusantara, kawasan Alun-Alun Kota Pekalongan. 

Pameran ini menghadirkan beragam produk batik, kriya, kerajinan, hingga kuliner khas yang berasal dari Kota Pekalongan maupun sejumlah daerah lain di Indonesia.

Dukungan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Aaf menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM yang turut mendorong pelaksanaan PBN 2026 sebagai ruang promosi dan pengembangan usaha masyarakat. 

“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa kita laksanakan di alun-alun dengan dukungan penuh dari Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM. Harapannya, PBN ini bisa menjadi penggerak UMKM. Mudah-mudahan selama penyelenggaraan, seluruh tenant, baik batik, kerajinan maupun kuliner, ramai dikunjungi masyarakat,” tuturnya seusai membuka PBN 2026 dalam rangkaian Hari Batik Nasional (HBN), Kamis

Menurut Aaf, keberhasilan pameran tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi juga dari peluang transaksi, meningkatnya pengenalan produk, serta terbukanya jaringan pemasaran bagi para peserta.

Karena itu, ia berharap masyarakat turut berpartisipasi dengan mengunjungi stan-stan yang tersedia dan membeli produk yang ditawarkan. Dukungan konsumen dinilai dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha, khususnya bagi pelaku UMKM yang terus berupaya mengembangkan produknya.

PBN 2026 Hadirkan UMKM dari Berbagai Daerah

Salah satu daya tarik PBN 2026 adalah kehadiran peserta dari luar Kota Pekalongan. Sejumlah pelaku usaha dari Makassar, Madiun, dan Pemalang turut meramaikan pameran dengan membawa produk serta karakteristik daerah masing-masing.

Keikutsertaan peserta lintas daerah tersebut menjadikan PBN bukan sekadar ajang memamerkan produk lokal, melainkan juga ruang pertemuan bagi pelaku usaha untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring bisnis.

Keberagaman produk yang ditampilkan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat kekayaan batik, kerajinan, dan produk kreatif dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu lokasi.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah batik dari Makassar dengan corak yang terinspirasi dari suku Aborigin. Kehadiran koleksi tersebut menambah variasi motif dan memperkaya pengalaman pengunjung dalam mengenal perkembangan seni batik dari berbagai daerah. 

Melalui pertemuan pelaku usaha lintas wilayah, PBN 2026 diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi, memperluas akses pemasaran, serta mendorong lahirnya inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Megono hingga Tauto Jadi Daya Tarik Kuliner

Tak hanya menawarkan batik dan kerajinan, PBN 2026 juga menghadirkan aneka kuliner yang menjadi bagian dari kekayaan gastronomi Kota Pekalongan. Pengunjung dapat menemukan sajian khas seperti megono dan tauto yang telah dikenal sebagai identitas kuliner daerah. 

Kehadiran stan kuliner memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM pangan untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Pada saat bersamaan, pengunjung dari luar daerah juga berkesempatan mengenal cita rasa khas Pekalongan.

Aaf berharap keberadaan berbagai stan tersebut mampu meningkatkan aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan pameran. 

Ramainya pengunjung diharapkan berdampak pada penjualan produk batik, kerajinan, dan makanan yang ditawarkan para pelaku usaha.

Ia pun mengajak masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan datang bersama keluarga.

“Silakan masyarakat datang dan meramaikan karena banyak hal baru dan menarik yang bisa dinikmati bersama keluarga. Mudah-mudahan kegiatan ini ramai, sukses, dan sesuai dengan target yang diharapkan,” ajaknya.
Sekitar 90 Stan Meriahkan Pekan Batik Nusantara 2026

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, menjelaskan bahwa PBN 2026 diselenggarakan selama lima hari dengan melibatkan sekitar 90 stan.

Stan-stan tersebut menawarkan berbagai produk, mulai dari batik, kriya, kerajinan, produk UMKM lintas daerah, hingga aneka kuliner. Keragaman ini diharapkan mampu menarik minat pengunjung sekaligus memberikan kesempatan lebih besar bagi peserta untuk memasarkan produknya.

Pembukaan PBN 2026 turut dihadiri Asisten Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi RI, Niken Wulandari, Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Yasin, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan tari tradisional dan peragaan busana. Kegiatan tersebut melibatkan Sekretaris Daerah, jajaran asisten Sekda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga para camat. Rangkaian acara tersebut turut memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat dalam mendukung promosi batik serta produk unggulan daerah.

Wismo berharap, penyelenggaraan PBN 2026 dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap produk lokal dan mendorong tumbuhnya kebiasaan membeli produk UMKM. 

“Melalui penyelenggaraan PBN 2026, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal produk unggulan daerah dan memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM dengan berbelanja produk lokal,” tukasnya.
Dengan dukungan pemerintah, partisipasi pelaku usaha, dan antusiasme masyarakat, PBN 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar pameran. Kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang pasar, memperkuat daya saing UMKM, serta menggerakkan ekonomi kreatif Kota Pekalongan.

Quote