Jakarta, Gesuri.id — Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan mendistribusikan bantuan masker secara masif kepada masyarakat di sejumlah wilayah.
Langkah ini diambil guna meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta abu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, menjelaskan bahwa penyaluran masker menyasar titik-titik krusial serta wilayah terdampak bencana.
"Kami membagikan masker di beberapa titik, seperti Lenteng Agung dan DPP. Selain itu, kader dari DPD Jawa Barat, Banten, hingga Lampung juga bergerak bersama. Masker turut didistribusikan ke daerah terdampak kebakaran hutan di Kalimantan dan Jambi," ujar Risma melalui keterangannya kepada Gesuri.id.

Penyaluran masker ini diprioritaskan sebagai tindakan preventif atas ancaman abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengandung material berbahaya bagi saluran pernapasan.
"Erupsi Gunung Anak Krakatau mengeluarkan butiran pasir yang sangat berbahaya jika terhirup. Menurut para ahli, material tersebut mengandung senyawa seperti silika. Dalam jangka pendek mungkin belum terasa, namun sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat untuk jangka panjang," tuturnya.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Ia menambahkan, Baguna berinisiatif turun langsung karena masih banyak warga yang belum siap memproteksi diri dengan masker. Keterbatasan ekonomi sering kali membuat pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri terabaikan.
"Masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas sering kali tidak memprioritaskan pembelian masker. Padahal, penggunaan masker sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang," pungkas Risma.

















































































