Manado, Gesuri.id — Bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap warga terdampak musibah kebakaran ditunjukkan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) bersama DPC PDI Perjuangan Kota Manado.
Mereka menyalurkan puluhan paket bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban di dua lokasi, yakni Kelurahan Sario dan Kelurahan Sindulang Satu, Selasa (13/10).
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Ketua Baguna Kota Manado, Fanny Mantali, menyampaikan bahwa aksi sosial ini merupakan arahan langsung dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Richard Sualang. Bantuan tersebut disalurkan untuk membantu meringankan beban warga yang sedang menghadapi masa sulit akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
"Kami selalu berkoordinasi dan diarahkan oleh pimpinan untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah," ujar Mantali.
Dalam kesempatan tersebut, Mantali juga menyampaikan salam hangat dan dukungan moral dari Wali Kota Manado Andrei Angouw serta Wakil Wali Kota Richard Sualang—yang keduanya merupakan kader PDI Perjuangan—kepada para keluarga terdampak.
"Semoga keluarga yang terdampak diberikan kekuatan dan kesabaran. Musibah ini tentu di luar kehendak kita. Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan meringankan beban warga," ungkapnya.
Di Kelurahan Sario, tim menyalurkan sebanyak 11 paket sembako. Aksi kemanusiaan kemudian berlanjut ke Kelurahan Sindulang Satu dengan menyerahkan 33 paket sembako kepada korban kebakaran di wilayah tersebut. Total bantuan yang disalurkan mencapai 44 paket sembako.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Mantali menegaskan, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak sekadar diwujudkan lewat ucapan simpati, melainkan melalui aksi nyata di lapangan.
Bagi Baguna dan DPC PDI Perjuangan Kota Manado, kehadiran di tengah masyarakat yang tertimpa musibah adalah bagian dari komitmen untuk merawat semangat gotong royong dan solidaritas, sehingga warga yang terdampak tidak merasa berjuang sendirian di masa-masa sulit.

















































































