Jakarta, Gesuri.id — Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan otomatisasi kian masif mengubah lanskap dunia kerja global. Di tengah perubahan pesat ini, sebuah pertanyaan mendasar mengemuka: "Kerja 2030: Masih Ada Kerja Buat Kita?"
Pertanyaan tersebut menjadi tema utama dalam diskusi "Taman Asik — Taman Talks" yang diselenggarakan oleh DPP Taruna Merah Putih (TMP) di Taman Cattleya, Jakarta Barat, Sabtu (10/10).
Melalui kampanye "Kerja Masa Depan, Masa Depan Kamu", Gen Z diajak untuk aktif meningkatkan keterampilan, memperkuat karakter, dan berani menjadi pelaku perubahan.
Ketua Umum DPP TMP, Pinka Hapsari, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang strategis guna mendorong generasi muda melakukan peningkatan keterampilan (upskilling) dan pembekalan keterampilan baru (reskilling).
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
“Indonesia berada dalam fase bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang sangat melimpah. Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadi bonus kesejahteraan. Potensi besar ini hanya bisa diwujudkan jika generasi muda memperoleh akses pendidikan berkualitas, keterampilan yang relevan, dan lapangan pekerjaan yang layak,” ujar Pinka dalam keterangan resminya, Minggu (11/10).
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, yang hadir sebagai pembicara, menyoroti tantangan nyata ketika lonjakan angkatan kerja berhadapan langsung dengan otomatisasi.
“Otomatisasi bisa menjadi ancaman jika tidak diantisipasi. Saat ini jumlah pencari kerja melimpah, sementara ketersediaan lapangan kerja masih minim. Kita berisiko menghadapi ketidakseimbangan ketat antara ketiganya,” tutur Charles.
Meski demikian, Charles mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak selalu membawa dampak buruk. Mengutip Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF), diperkirakan akan ada 170 juta pekerjaan baru yang tercipta secara global hingga 2030, sementara 92 juta pekerjaan lama tergeser. Artinya, terdapat potensi pertumbuhan bersih sekitar 78 juta lapangan kerja baru.
“Ke depan, kita harus menyiapkan regulasi dan kebijakan agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Dari sudut pandang pelaku usaha, CEO Wahyoo Group, Peter Shearer Setiawan, menekankan pentingnya aspek humanis di era AI. Menurutnya, kemampuan teknis (hard skills) harus diimbangi dengan etika dan kemampuan berinteraksi (soft skills).
“Kita perlu belajar menjadi manusia seutuhnya—manusia yang mampu bersosialisasi, berkomunikasi, dan berperilaku dengan baik. Kemampuan intelektual itu penting, tetapi harus dibarengi karakter serta etos kerja,” jelas Peter.
Sejalan dengan hal itu, Bendahara Umum DPP TMP, Stephanie Octavia, menyampaikan bahwa penyiapan Gen Z tidak boleh berhenti pada pelatihan semata, melainkan harus dibarengi kepastian ketersediaan lapangan kerja.
“Gen Z tidak boleh hanya menjadi penonton saat masa depan sedang ditulis. Mereka harus berani belajar, tekun mengasah keterampilan, dan mampu mengubah tantangan menjadi kesempatan,” tegas Stephanie.
Baca: Ganjar Pranowo: Dari Pengacara hingga Gubernur
Sementara itu, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Ady Hendratta, mengingatkan pentingnya jaminan sosial bagi para pekerja muda.
"Program jaminan sosial ketenagakerjaan adalah jaring pengaman utama bagi diri sendiri dan keluarga dalam menatap masa depan," ujarnya.
Selain diskusi interaktif, acara ini juga dirangkaikan dengan pelatihan praktis, seperti pembuatan kopi, digital marketing, hingga keterampilan mekanik, hasil kolaborasi dengan PPKD Dinas Tenaga Kerja Jakarta Barat serta bazar UMKM Dinas PPKUKM DKI Jakarta.
Ketua Panitia Pelaksana, Mangatta Toding Allo, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk menghidupkan fungsi taman kota sebagai ruang publik yang aktif dan edukatif.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Abdul Khalit, turut mengapresiasi inisiatif ini.
“Taman Asik mengusung semangat menjadikan taman sebagai area sosial yang inklusif dan kreatif. Selain mendukung kualitas lingkungan dan resapan air hujan, taman adalah ruang hijau yang vital bagi interaksi sosial warga kota,” pungkasnya.

















































































