Flores Timur, Gesuri.id — Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera menyelesaikan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Ia menegaskan agar penanganan pengungsi dilakukan secara fokus dan tidak sekadar berujung janji.
"Negara wajib hadir dan tidak membiarkan warga terlalu lama berada dalam kondisi memprihatinkan karena minimnya fasilitas. Jangan sampai urusan Huntap ini terus 'berulang tahun' tanpa kepastian," tegas Yunus di lokasi Hunian Sementara (Huntara) Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Jumat (18/9).
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Yunus menilai kondisi para penyintas di Huntara Desa Konga saat ini sangat riskan. Selain dinilai kurang layak, kawasan tersebut rentan diterjang banjir saat musim penghujan tiba, yang berpotensi memicu timbulnya berbagai wabah penyakit. Masalah krisis air bersih pun masih membayangi warga.
"Kondisi pasokan air bersih belum memadai. Dalam dialog tadi, warga mengaku harus merogoh kocek pribadi demi mendapatkan air bersih. Ini sungguh memprihatinkan," ujar Yunus.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus agar pembangunan fasilitas permanen dapat segera direalisasikan. PDI Perjuangan juga terus mendorong Pemerintah Kabupaten Flores Timur agar tiga lokasi Huntap yang telah diproses dapat segera ditetapkan tahun ini.
Selain menyuarakan aspirasi warga, kedatangan rombongan PDI Perjuangan ke Huntara Desa Konga juga membawa bantuan kemanusiaan berupa paket sembako serta layanan pengobatan gratis.
Layanan kesehatan tersebut dikordinasikan langsung oleh tim medis Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati dari Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan, yang dipimpin oleh dr. Ananta Simanjuntak dan dr. Jonah Elisabeth. Sebanyak 205 warga penyintas memanfaatkan fasilitas pemeriksaan dan pengobatan gratis ini.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Yunus menjelaskan, RS Apung Laksamana Malahayati telah beroperasi selama lebih dari tiga minggu melayani masyarakat terdampak bencana di NTT, mulai dari Labuan Bajo hingga Maumere. Setelah Flores Timur, tim kesehatan dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Lembata pada Sabtu (19/9/2026) untuk menjangkau warga terdampak erupsi Gunung Ile Lewotolok.
Senada dengan Yunus, Anggota DPRD Kabupaten Flores Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Condrad Kusno Wada, menekankan bahwa lambatnya kepastian pembangunan Huntap dapat memicu kejenuhan psikologis bagi para pengungsi.
"Jika lokasi saat ini belum bisa dipastikan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Fraksi PDI Perjuangan siap membantu mencarikan opsi lokasi baru. Yang terpenting adalah fokus bekerja dan menghindari narasi berlebihan tanpa realisasi," tegas Kusno.

















































































