Pandeglang, Gesuri.id - Pasca-musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten, DPP PDI Perjuangan menyalurkan bantuan berupa layanan pengobatan massal gratis bagi warga terdampak.
Aksi bakti sosial yang diinisiasi oleh para kader dan fungsionaris partai berlambang banteng moncong putih tersebut dipusatkan di Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Selasa (10/2).
Ketua DPP PDI Perjuangaan Ribka Tjiptaning, menyatakan bahwa bantuan bagi korban bencana alam ini tidak hanya difokuskan di wilayah Pandeglang.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Menurutnya, aksi kemanusiaan serupa juga dilakukan di berbagai wilayah Indonesia lainnya, termasuk penyaluran bantuan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Barat serta Sumatera Utara.
Ribka menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Instruksi tersebut mewajibkan seluruh elemen partai untuk turun langsung membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“PDI Perjuangan berkomitmen untuk selalu tertawa dan menangis bersama rakyat. Oleh karena itu, PDI Perjuangan akan selalu hadir di tengah rakyat, baik pada saat pra-bencana, saat bencana, maupun pasca-bencana,” ujar Ribka.
Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan bantuan nyata bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai pelosok tanah air.
Dalam pelaksanaannya, layanan kesehatan gratis ini melibatkan tim medis dari Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan. Warga yang hadir tampak antusias melakukan pemeriksaan kesehatan, mulai dari pengecekan tekanan darah hingga konsultasi mengenai penyakit kulit dan ISPA yang kerap muncul pasca-banjir.
Selain memberikan pelayanan medis, para fungsionaris partai juga mendistribusikan paket logistik berupa bahan pangan dan perlengkapan bayi bagi keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat longsor. Langkah ini diambil guna mempercepat masa pemulihan psikologis dan ekonomi warga setempat.

















































































