Ikuti Kami

Peringati Bulan Bung Karno, Yulius Setiarto Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Tentukan Masa Depan Lebih Baik

"Masa depan ada di tangan kalian masing-masing. Jadi pilihlah masa depan yang terbaik untuk kalian," kata Yulius Setiarto.

Peringati Bulan Bung Karno, Yulius Setiarto Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba dan Tentukan Masa Depan Lebih Baik
Diskusi Bebas Narkoba bertema “Pemuda Bersih, Indonesia Pulih” yang digelar di Rumah Belajar Gesuri Mesias Bintang Merah, Kota Tangerang.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto, S.H., M.H., mengajak generasi muda untuk menjauhi narkoba dan menentukan masa depan yang lebih baik bagi diri mereka maupun bangsa. 

Pesan tersebut disampaikannya dalam Diskusi Bebas Narkoba bertema “Pemuda Bersih, Indonesia Pulih” yang digelar di Rumah Belajar Gesuri Mesias Bintang Merah, Kota Tangerang, dikutip Jumat (19/6/2026), dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026.

"Masa depan ada di tangan kalian masing-masing. Jadi pilihlah masa depan yang terbaik untuk kalian," kata Yulius Setiarto.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan anak muda dari berbagai wilayah di Kota Tangerang. Diskusi digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PDI Perjuangan, Gesuri Mesias Bintang Merah, B.Commun, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yulius Setiarto, serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Kombes Pol. Dr. Josephein Vivick Tjangkung, S.Sos., M.I.Kom.

Dalam kesempatan tersebut, Yulius menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan bangsa di masa depan. Karena itu, mereka harus mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan, termasuk penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, pilihan yang diambil generasi muda hari ini akan menentukan kualitas kehidupan mereka di masa mendatang. Oleh sebab itu, pemuda perlu membekali diri dengan pendidikan, keterampilan, serta lingkungan pergaulan yang positif.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PDI Perjuangan, Gesuri Mesias Bintang Merah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya kalangan muda, terhadap ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan individu maupun bangsa.

"Narkoba berdampak besar bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia, khususnya Kota Tangerang. Akan sangat disayangkan jika anak-anak muda salah langkah. Karena itu kami menargetkan anak muda sebagai generasi bangsa agar lebih mawas diri," ujarnya.

Menurut Gesuri, generasi muda merupakan aset penting bangsa yang harus dijaga dari berbagai ancaman sosial. Karena itu, edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkoba perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat semakin meningkat.

Dalam pemaparannya, Kepala BNN Kota Tangerang Kombes Pol. Dr. Josephein Vivick Tjangkung mengungkapkan bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kota Tangerang menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

"Narkoba di Kota Tangerang memang belum ada hasil riset yang spesifik, tetapi secara keseluruhan frekuensi narkoba sudah mencapai hampir 4,3. Ini merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan. Kalau 2023-2024 masih di angka 3 tapi sekarang sudah masuk angka 4, tandanya masalah narkoba sudah sangat mengkhawatirkan untuk kita semua," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa jaringan peredaran narkoba saat ini terus mengembangkan berbagai modus baru untuk menjangkau kalangan muda. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan cairan narkotika dalam produk vape yang dikemas dengan berbagai aroma menarik sehingga sulit dikenali.

"Jaringan narkoba berusaha membuat varian baru. Cairan vape itu sudah banyak dengan aroma buah-buahan, bunga-bungaan, permen. Tidak disadari bahwa yang sudah masuk dalam narkoba itu merasuk tubuh pelan-pelan," ujarnya.

Selain itu, Josephein mengungkapkan bahwa Kota Tangerang masih menjadi salah satu wilayah yang kerap dimanfaatkan sebagai jalur transit peredaran narkoba. Dalam satu bulan terakhir, pihaknya mencatat adanya dua kasus besar yang melibatkan pengiriman narkotika melalui jasa ekspedisi.

"Tempat kita ini selain sebagai transit barang juga mencoba menyasar kalangan muda-mudi. Jaringan sangat lihai melihat gestur dan lingkungan yang masa bodoh dengan keadaan," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai sejumlah tanda yang dapat dikenali pada pengguna narkoba, mulai dari perubahan fisik seperti mata merah, kulit pucat, dan hidung gatal hingga perubahan perilaku seperti sering berbohong dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Menurutnya, jaringan narkoba kini tidak hanya menyasar remaja, tetapi juga ibu muda melalui berbagai media, termasuk tempat nongkrong dan platform permainan daring. Karena itu, peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam mencegah penyebaran narkoba.

Dalam momentum Bulan Bung Karno, Josephein mengajak generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan Bung Karno dengan membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, termasuk bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin memahami ancaman narkoba serta memiliki keberanian untuk menjadi bagian dari gerakan pencegahan di lingkungan masing-masing. Diskusi tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara legislatif dan aparat penegak hukum dalam memperkuat edukasi serta menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kota Tangerang.

Quote