Ikuti Kami

Perkuat Nelayan KLU, Made Karyasa Dukung Sarana Prasarana Tangkap Ikan Berbasis Teknologi

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penangkapan ikan sekaligus berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat.

Perkuat Nelayan KLU, Made Karyasa Dukung Sarana Prasarana Tangkap Ikan Berbasis Teknologi
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) sekaligus Wakil Ketua II DPRD Lombok Utara, I Made Karyasa, S.Pd.B., MM., menegaskan komitmennya memperkuat sumber daya nelayan melalui dukungan sarana dan prasarana tangkap ikan berbasis teknologi. 

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) sekaligus Wakil Ketua II DPRD Lombok Utara, I Made Karyasa, S.Pd.B., MM., menegaskan komitmennya memperkuat sumber daya nelayan melalui dukungan sarana dan prasarana tangkap ikan berbasis teknologi. 

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penangkapan ikan sekaligus berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat pesisir.

“Bantuan dengan pendekatan alat tangkap berteknologi ini kita harapkan semakin memudahkan kelompok nelayan dalam mencari ikan. Sehingga pencarian ikan tidak bersifat spekulatif,” ujar Karyasa.

Hal tersebut disampaikan Karyasa, Kamis (13/8/2026), setelah menyerahkan bantuan alat tangkap ikan kepada dua kelompok nelayan, yakni Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mekar Sari dan KUB Rahayu di Kecamatan Tanjung. Bantuan tersebut merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang diterima saat dirinya melaksanakan reses.

KUB Mekar Sari mendapatkan bantuan berupa sampan, jaring penangkap ikan, serta mesin ketinting. Sementara KUB Rahayu menerima bantuan berupa mesin tempel dan Garmin Fish Finder.

Garmin Fish Finder merupakan perangkat elektronik kelautan yang menggunakan teknologi sonar untuk mendeteksi keberadaan ikan, kedalaman air, serta struktur bawah air. Perangkat tersebut dilengkapi layar pemantau dan transduser yang membantu nelayan menemukan lokasi ikan secara lebih akurat.

Karyasa optimistis bantuan berbasis teknologi tersebut dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kelompok nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan. Saat berada di tengah laut, teknologi sonar dapat membantu nelayan mengetahui keberadaan ikan berdasarkan kedalaman dan area jangkauan tertentu.

Menurutnya, kelompok nelayan masih dihadapkan pada tingginya biaya operasional, khususnya bahan bakar. Kondisi tersebut salah satunya terjadi karena nelayan belum dapat mengetahui lokasi koloni ikan secara akurat.

Dengan dukungan teknologi, nelayan diharapkan dapat menghemat waktu sekaligus penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga biaya operasional penangkapan ikan dapat ditekan.

Selain alat tangkap, Karyasa menilai keberadaan armada juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kinerja nelayan. Kelompok-kelompok nelayan di KLU idealnya dibekali perahu, alat tangkap, serta teknologi yang lebih memadai.

Perpaduan antara pengalaman nelayan dan teknologi modern diharapkan mampu menciptakan pola penangkapan ikan yang lebih efektif, hemat biaya, dan produktif.

Karyasa juga berpesan kepada kelompok nelayan penerima bantuan agar tidak memandang alat tangkap yang diberikan sekadar sebagai barang bantuan. Sarana tersebut harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain bantuan sarana produksi, menurut Karyasa, pendampingan dan pelatihan juga penting dilakukan. Nelayan perlu mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan alat, perawatan mesin, serta pengelolaan sarana secara berkelompok agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Terpisah, Kabid Perikanan pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan KLU, Putu Hery, menyampaikan bahwa selain bantuan sarana produksi, kelompok nelayan juga didorong membangun kemandirian melalui penguatan kelembagaan.

Kelompok nelayan diharapkan memiliki aturan internal atau awiq-awiq, kas kelompok, serta tabungan yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi masa paceklik.

Penguatan sarana, pemanfaatan teknologi, serta kelembagaan kelompok diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan nelayan di Kabupaten Lombok Utara.

Quote