Ikuti Kami

Tom Maskun Imbau Nelayan Tunda Melaut di Tengah Peringatan Gelombang Tinggi BMKG

Peringatan tersebut berlaku untuk periode Senin (14/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) dan mencakup sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Tom Maskun Imbau Nelayan Tunda Melaut di Tengah Peringatan Gelombang Tinggi BMKG
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Tom Maskun, M.Pd.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Tom Maskun, M.Pd., mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak melaut menyusul peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Untuk sementara waktu, saya mengimbau para nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu sampai kondisi cuaca dan gelombang kembali aman,” ujar Tom Maskun.

Peringatan tersebut berlaku untuk periode Senin (14/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) dan mencakup sejumlah wilayah perairan Indonesia, termasuk perairan Cianjur. Kondisi cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi berpotensi mengancam keselamatan nelayan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

Tom meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang belum memungkinkan. Menurutnya, keselamatan harus menjadi pertimbangan utama dibandingkan aktivitas mencari nafkah di tengah kondisi laut yang berisiko.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal atau beraktivitas di kawasan pantai. Masyarakat diminta tidak berenang serta menghindari aktivitas di bibir laut selama peringatan gelombang tinggi masih berlaku.

“Bukan hanya nelayan, masyarakat juga harus berhati-hati. Hindari berenang dan aktivitas di bibir laut karena kondisi gelombang tinggi dapat datang sewaktu-waktu,” katanya.

Tom menilai peringatan dini tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, aparat, pengelola kawasan wisata, serta instansi terkait. Antisipasi diperlukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun korban akibat aktivitas masyarakat di laut.

“Pihak terkait perlu melakukan langkah antisipasi dan meningkatkan pengawasan di kawasan pesisir. Jangan sampai peringatan dini baru ditindaklanjuti setelah terjadi kecelakaan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak mengabaikan kondisi cuaca. Menurutnya, penundaan aktivitas di laut untuk sementara merupakan langkah bijak demi menjaga keselamatan masyarakat hingga situasi kembali kondusif.

Berdasarkan informasi BMKG, tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter. Gelombang dengan ketinggian tersebut dapat membahayakan kapal, khususnya perahu nelayan berukuran kecil.

BMKG juga menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan kondisi sinoptik terkini, kecepatan angin tertinggi selama periode tersebut terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian utara, dan Laut Arafuru.

Pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 4-26 knot. Sementara itu, di wilayah selatan ekuator, angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-25 knot.

Quote