Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Putra Nababan, menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan generasi muda, khususnya dalam menghadapi persoalan tawuran dan konflik antarkelompok remaja di Jakarta Timur.
Hal tersebut disampaikan Putra Nababan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama masyarakat Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
Putra menjelaskan, perbedaan sekolah, lingkungan tempat tinggal, suku, agama, budaya, maupun kelompok pertemanan seharusnya tidak menjadi pemicu permusuhan. Sebaliknya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
"Pancasila harus hadir dalam kehidupan anak-anak muda kita. Berbeda sekolah, berbeda lingkungan, atau berbeda kelompok pertemanan bukan alasan untuk saling bermusuhan. Justru dari perbedaan itu kita belajar menghargai satu sama lain dan membangun persatuan," ujar Putra.

Menurutnya, nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan gotong royong perlu semakin ditanamkan kepada generasi muda. Ketika muncul perbedaan atau perselisihan, penyelesaiannya harus dilakukan melalui komunikasi dan dialog, bukan melalui kekerasan.
Putra juga menilai bahwa pencegahan tawuran tidak dapat hanya mengandalkan penindakan setelah kejadian. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui keterlibatan keluarga, sekolah, lingkungan RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah, serta komunitas pemuda.
Karena itu, ruang perjumpaan yang positif bagi generasi muda perlu diperbanyak. Kegiatan olahraga, seni dan budaya, kerja sosial, gotong royong, hingga forum pemuda lintas sekolah dan lintas wilayah dapat menjadi sarana untuk membangun komunikasi sekaligus mengurangi prasangka antarkelompok.
"Anak-anak muda jangan hanya ditempatkan sebagai objek pembinaan. Mereka harus dilibatkan menjadi bagian dari solusi. Berikan mereka ruang untuk berkarya, berorganisasi, bertemu dengan kelompok lain, dan menjadi pelopor perdamaian di lingkungannya," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Putra juga mengajak orang tua dan masyarakat untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda. Pencegahan konflik akan lebih efektif apabila lingkungan sekitar mampu mengenali persoalan yang dihadapi remaja dan memberikan ruang yang sehat bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi.
Putra menegaskan, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang dibahas harus dapat diterjemahkan menjadi kebiasaan dan gerakan bersama di lingkungan masyarakat.
"Ukuran keberhasilan memahami Pancasila bukan hanya seberapa hafal kita terhadap sila-silanya, tetapi bagaimana nilai itu terlihat dalam kehidupan. Berbeda tidak harus bermusuhan, perselisihan tidak harus berakhir dengan kekerasan, dan persatuan harus kita bangun mulai dari lingkungan terdekat," pungkas Putra.

















































































