Ikuti Kami

Putra Nababan Ajak Warga Jakarta Timur Tak Sekadar Paham Namun Membumikan Nilai Empat Pilar

Putra: Empat Pilar jangan berhenti sebagai sesuatu yang kita ketahui atau hafalkan.

Putra Nababan Ajak Warga Jakarta Timur Tak Sekadar Paham Namun Membumikan Nilai Empat Pilar
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Putra Nababan. (istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Putra Nababan, mengajak masyarakat untuk tidak sekadar memahami Empat Pilar MPR RI sebagai konsep kebangsaan, tetapi menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Putra menekankan bahwa Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus tercermin dalam sikap dan perilaku masyarakat. Nilai kebangsaan, menurutnya, dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga, tetangga, hingga kehidupan bermasyarakat di tingkat RT dan RW.

"Empat Pilar jangan berhenti sebagai sesuatu yang kita ketahui atau hafalkan. Nilai-nilainya harus hadir dalam kehidupan kita, bagaimana kita menghargai perbedaan, bermusyawarah ketika ada persoalan, bergotong royong, dan saling membantu sebagai sesama warga,”" ujar Putra dalam kegiatan tersebut.

Putra menyampaikan bahwa Jakarta Timur merupakan bagian dari Jakarta yang memiliki masyarakat dengan latar belakang beragam. Keberagaman suku, agama, budaya, profesi, hingga pandangan merupakan kekuatan apabila masyarakat mampu merawatnya dengan semangat persatuan dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, menjaga Indonesia tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menjaga hubungan baik dengan tetangga, membantu warga yang mengalami kesulitan, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan latar belakang merupakan bentuk sederhana dari pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

"Indonesia yang kuat berawal dari lingkungan yang rukun. Kalau di tingkat keluarga, RT, dan RW masyarakat bisa saling menghargai, bergotong royong, dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah, maka kita sedang ikut menjaga persatuan Indonesia," katanya.

Dalam dialog bersama warga, turut dibahas tantangan menjaga kerukunan di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial. Masyarakat diharapkan semakin bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat menimbulkan prasangka dan perpecahan.

Putra mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan sebagai sesama warga dan sesama anak bangsa. Musyawarah dan dialog harus terus dikedepankan dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Karena itu, sosialisasi Empat Pilar MPR RI diharapkan menjadi ruang dialog, sekaligus memperkuat kembali semangat kebersamaan di lingkungan warga.

Quote