Ikuti Kami

Rocky Gerung–Risma Tinjau Taman Harmoni Surabaya, Sapa Warga hingga Cicip Dawet dan Es Puter di Sor Pring

Rocky Gerung menilai ruang publik seperti taman merupakan elemen dasar yang menentukan kualitas sebuah kota.

Rocky Gerung–Risma Tinjau Taman Harmoni Surabaya, Sapa Warga hingga Cicip Dawet dan Es Puter di Sor Pring
Akademisi Rocky Gerung.

Surabaya, Gesuri.id - Akademisi Rocky Gerung mengunjungi Taman Harmoni Surabaya bersama Tri Rismaharini, Sabtu siang sekitar pukul 12.00 WIB. Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Surabaya Armuji serta anggota DPRD Kota Surabaya Budi Leksono.

Rombongan berkeliling kawasan taman untuk meninjau aktivitas warga dan komunitas, sekaligus menyapa para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar area taman.

Di tengah ramainya pengunjung—anak-anak bermain, keluarga berkumpul, serta komunitas yang beraktivitas—Risma beberapa kali berhenti karena disapa warga. Sejumlah pengunjung meminta berfoto bersama, bahkan ada yang memeluk dan mencium Risma. Momen tersebut menunjukkan kedekatan emosional yang masih kuat antara Risma dan warga di ruang publik yang pernah ia rintis pembangunannya.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Risma menyampaikan bahwa Taman Harmoni dibangun di tengah keterbatasan anggaran, dengan keterlibatan langsung dirinya dalam proses perancangan dan pengawasan.

“Dulu ini awalnya tidak ada anggaran. Saya desain sendiri, dan hampir setiap minggu saya ke sini untuk melihat perkembangannya,” ujar Risma.

Ia juga menanggapi julukan “gila taman” yang kerap dilekatkan padanya.

“Memang saya bikin banyak taman, orang bilang saya gila taman. Padahal arena olahraga yang saya bangun jumlahnya lebih banyak dari taman,” katanya.

Rocky Gerung menilai ruang publik seperti taman merupakan elemen dasar yang menentukan kualitas sebuah kota. Menurutnya, kota baru layak disebut kota jika menyediakan ruang-ruang yang memungkinkan warganya berinteraksi secara sehat dan setara.

“Kota itu hanya bisa disebut kota kalau ada taman, perpustakaan, dan trotoar,” ujar Rocky.

Ia menambahkan, taman bukan sekadar ornamen kota, melainkan infrastruktur sosial yang berfungsi “menghangatkan manusia”—ruang untuk bersua, membangun suasana kebersamaan, dan memperkuat kohesi sosial.

Rocky juga mengaitkan kunjungan tersebut dengan agenda sebelumnya di kawasan mangrove Surabaya. Ia menilai, upaya pemulihan ekosistem—baik melalui rehabilitasi mangrove maupun penguatan ruang hijau kota—mencerminkan arah pembangunan yang lebih sejuk dan berpihak pada kualitas hidup warga.

Baca: Ganjar Pranowo Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada 

Dalam kesempatan itu, Rocky menyebut Risma turut memperkenalkan kawasan taman sebagai bagian dari transformasi lahan yang sebelumnya bermasalah menjadi ruang publik yang bermanfaat dan inklusif.

Usai berkeliling, rombongan singgah di Pasar Tradisional Srawung Sor Pring yang berada di area taman. Rocky mencicipi dawet, sementara Risma memilih es puter.

“Ini es puter kesukaan Bu Mega,” ujar Risma, merujuk pada Megawati Soekarnoputri.

Kunjungan tersebut ditutup dengan interaksi singkat bersama warga dan pelaku UMKM. Kehadiran Rocky, Risma, serta jajaran Pemkot dan DPRD menegaskan pesan yang mengemuka sepanjang kegiatan: ruang publik yang dirawat bukan hanya memperindah kota, tetapi menghadirkan ruang yang manusiawi—tempat warga dapat bertemu, bergerak, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kotanya sendiri.

Quote