Ikuti Kami

Rokhmin Dahuri Ingatkan UMKM Pesisir Cirebon: Barang Mudah Laku Jika Kualitas dan Kemasannya Menarik

Rokhmin: Produk yang dihasilkan saya yakin rasanya enak. Namun yang tidak kalah penting adalah kemasan.

Rokhmin Dahuri Ingatkan UMKM Pesisir Cirebon: Barang Mudah Laku Jika Kualitas dan Kemasannya Menarik
Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri saat mengunjungi pelaku UMKM olahan hasil laut di Desa Mundu Pesisir, Mundu, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, Sabtu (14/3).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan kualitas produk serta memperbaiki kemasan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. 

Hal tersebut disampaikan saat ia mengunjungi pelaku UMKM olahan hasil laut di Desa Mundu Pesisir, Mundu, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia, Sabtu (14/3).

“Produk yang dihasilkan saya yakin rasanya enak. Namun yang tidak kalah penting adalah kemasan. Barang akan lebih mudah laku jika kualitasnya bagus dan kemasannya menarik,” ujarnya.

Menurut Rokhmin, pengembangan usaha dapat dimulai dari skala kecil terlebih dahulu, kemudian secara bertahap diperbesar seiring meningkatnya kapasitas produksi serta permintaan pasar. Ia menilai kualitas produk olahan hasil laut yang dihasilkan pelaku UMKM di wilayah tersebut sudah cukup baik.

Ia juga mencontohkan sejumlah negara seperti Jepang dan Thailand yang sangat memperhatikan aspek kemasan produk sehingga mampu menarik minat konsumen dan meningkatkan daya saing di pasar.

Selain kualitas dan kemasan, Rokhmin menyoroti pentingnya kemampuan produksi yang memadai. Menurutnya, harga produk yang terjangkau harus diimbangi dengan kemampuan pelaku usaha untuk memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar.

“Kalau harganya sudah terjangkau tetapi saat ada pembeli ingin membeli dalam jumlah banyak tidak bisa dipenuhi, tentu akan menimbulkan keraguan dari konsumen,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak dapat hanya dibebankan kepada pelaku usaha, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait, seperti dinas perikanan, perdagangan, dan perindustrian, yang diharapkan aktif memberikan pendampingan kepada pelaku usaha.

Rokhmin juga membandingkan sistem pelayanan pemerintah di Indonesia dengan pengalaman yang pernah ia lihat saat tinggal di Kanada. Ia menilai pemerintah di negara tersebut lebih aktif dalam mendampingi pelaku usaha dan sektor pertanian.

“Ini bukan hanya tanggung jawab individu. Ini tugas bersama, termasuk pemerintah daerah untuk hadir membantu masyarakat agar usaha mereka bisa berkembang,” katanya.

Sementara itu, Kuwu Mundu Pesisir, Khaerun menyampaikan bahwa di Desa Mundu Pesisir terdapat sekitar tujuh UMKM yang dikelola oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sebagian besar bergerak di bidang pengolahan hasil laut yang menjadi potensi utama kawasan pesisir.

Berbagai produk olahan yang dihasilkan antara lain ikan bandeng, rajungan, kerang, hingga ikan asin yang dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Menurut Khaerun, sejumlah pelaku UMKM di daerahnya mulai menunjukkan perkembangan positif, salah satunya UMKM yang memproduksi bawang olahan yang telah mampu menembus pasar luar negeri. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala terkait daya saing kemasan produk serta keterbatasan modal untuk pengembangan usaha.

“Dalam hal kemasan kita masih kalah bersaing. Selama ini fokus kita lebih kepada produksi untuk memenuhi kebutuhan lokal sehingga belum banyak memikirkan kemasan yang lebih menarik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa siap memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM melalui pendampingan serta berbagai masukan terkait pengembangan produk.

Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan UMKM di wilayah Mundu Pesisir dapat terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat pesisir.

Quote